4 karakter pemimpin dalam perspektif Bugis: macca (cerdas), warani (berani), getteng (tegas), malempu (jujur). Mari bina diri agar memiliki keempat karakter tersebut.
Oleh: Haeruddin dan Syamril
Makassar Leadership Summit 7 Oktober 2026 diawali dengan paparan pak JK sebagai Keynote Speaker. Pada acara yang diadakan oleh PMSM Sulsel, JK menjelaskan secara online dari AS tentang empat karakter pemimpin dalam perspektif Bugis yaitu macca, warani, getteng, malempu. Mari kita bahas satu persatu.
Pertama, macca artinya cerdas dan berwawasan luas. Kecerdasan tidak selalu identik dengan tingkat pendidikan formal. Bapak Jusuf Kalla memberikan contoh Haji Isam yang merupakan lulusan SMP. Pendidikan memang penting, tetapi keberhasilan seorang pemimpin juga ditentukan oleh kemampuannya memahami situasi, membaca peluang, menganalisis persoalan, dan menemukan solusi yang tepat.
Kecerdasan seorang pemimpin dapat terus dikembangkan melalui kebiasaan membaca, memperluas pergaulan, berdiskusi, mengikuti konferensi, mendengarkan pengalaman orang lain, serta mempelajari berbagai persoalan yang dihadapi organisasi.
Sebagai contoh, ketika kondisi ekonomi mengalami stagnasi dan daya beli masyarakat menurun, seorang pemimpin harus mampu mencari strategi yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, memperbaiki strategi penjualan, dan menemukan peluang usaha baru.
Kedua, warani yaitu berani mengambil keputusan dan risiko. Dalam kepemimpinan, keberanian tidak berarti keberanian untuk berkelahi atau bertindak secara gegabah. Keberanian yang dimaksud adalah kesanggupan mengambil keputusan, menerima tanggung jawab, dan menghadapi risiko yang menyertai keputusan tersebut. Keberanian harus didasarkan pada pertimbangan yang matang, data yang memadai, dan pemahaman terhadap risiko.
Pemimpin yang berani bukan berarti mengabaikan risiko, melainkan bersedia bertanggung jawab atas keputusan yang telah dipertimbangkan dengan baik.
Tanpa keberanian mengambil keputusan, organisasi akan sulit bergerak maju karena terlalu lama berada dalam tahap pertimbangan tanpa pelaksanaan.
Ketiga, getteng yang artinya tegas dan konsisten. Seorang pemimpin harus mampu menetapkan keputusan, memberikan arahan yang jelas, dan memastikan bahwa keputusan tersebut dilaksanakan secara konsisten. Pemimpin yang tidak tegas dan selalu berubah-ubah dalam mengambil sikap dapat menimbulkan kebingungan di kalangan bawahannya. Ketika arahan tidak jelas, setiap orang berpotensi bekerja berdasarkan pandangan masing-masing sehingga tujuan bersama sulit dicapai.
Keempat yaitu lempu yang artinya jujur sebagai dasar kepercayaan. Kejujuran merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin mungkin cerdas, berani, dan tegas, tetapi apabila tidak memiliki kejujuran, kepercayaan terhadap dirinya dapat hilang.
Kejujuran harus diwujudkan dalam hubungan dengan diri sendiri, organisasi, anggota tim, pelanggan, pemegang saham, dan masyarakat. Pemimpin harus menyampaikan informasi secara benar, menepati janji, serta memastikan bahwa tindakan yang dilakukan sesuai dengan perkataan.
Itulah 4 karakter pemimpin dalam perspektif Bugis: macca (cerdas), warani (berani), getteng (tegas), malempu (jujur). Mari bina diri agar memiliki keempat karakter tersebut. Jika ada karakter sebaliknya yang selama ini tampak dalam diri, segera berbenah. Sadari dan segera perbaiki. Yakinlah, keempat karakter tersebut akan membuat pemimpin berhasil mengemban tugas dengan baik. Menjadi great leader. Selamat mencoba.
Makassar, 13 Oktober 2026