• +6281 1987 271

Dokter Spesialis Paru hadir di Webinar Covid Bersama Tim Dokter Muslimah Wahdah Islamiyah

Dokter Spesialis Paru hadir di Webinar Covid Bersama Tim Dokter Muslimah Wahdah Islamiyah

UMMATTV, MAKASSAR--Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat bekerja sama dengan tim edukasi covid dan Tim dokter Muslimah Wahdah Islamiyah gelar  webinar covid dengan tema Meretas Covid varian Delta, Bagaimana Perilaku  kita l, pada hari Ahad (25/7) via zoom meeting. 

Menghadirkan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Persahabatan Jakarta, dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), M.Sc, Ph.D dan Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Karmila,Sp,Gk. Kegiatan ini diikuti oleh 5000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam pemaparannya dokter Erlina menjelaskan  empat Subtopik penting yaitu mengenal Covid Varian Delta, Seberapa menular varian Delta?, Gejala terinfeksi varian Delta dan Apa risiko ke depan? 

Menurut dr. Erlina , “ Varian delta tiga labih cepat penularannya dari covid 19, Kenapa virus bisa bermutasi. Karena seperti anti bodi kita juga bertahan dan memerangi virus, virus juga makhluk yang tidak punya otak rupanya juga bermutasi untuk bertahan hidup dalam tubuh kita, sehingga jika virus bisa bermutasi, maka hendaknya kita manusia yang memiliki budi, pikiran dan otak harus juga bisa bermutasi pada gaya hidup baru yang lebih bersih, sehat dl “ .Demikian ungkapnya. 

“Varian delta prokesnya masih sama dengan virus sebelumnya,  wajib Cuci tangan, wajib Pakai Masker,  wajib jaga jarak aman 2 meter, hindari keramaian dan  tetap dirumah. Dua poin terakhir boleh dilonggarakan jika terpaksa, namun tetap menjaga tiga poin pertama Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan," tambahnya.

Lakukan vaksin, vaksin sangat bermanfaat dan resiko seperti gumpalan darah, sebagian orang akan terjadi, tapi itu masih bisa diatasi. Dengan melakukan vaksin, bukan jaminan bahwa kita tidak akan terpapar virus. Tetap akan terpapar, namun gejalanya menjadi lebih ringan sehingga tidak begitu membutuhkan perawatan RS. Selain itu resiko kematian kurang. Dokter erlina menegaskan kembali.

Varian delta tidak memilih usia. Resiko dan gejala akan tetap sama menjangkau pada semua jenjang usia. Baik anak-anak hingga usia tua. Terutama beresiko kematian pada orang yang memiliki komorbit (peyakit bawaan), meski memakai cadar tetap pakai masker.

Menjaga pola makan, pola tidur, hindari stres, pilah-pilih informasi yang  dibaca, rutinkan berjemur.  "Pukul sebelas  hingga pukul satu adalah waktu yang baik untuk memperoleh vitamin D. Namun jika beresiko pada kulit bisa melakukannya dibawah jam tersebut" ujar spesialis gizi klinik dr.Karmila menambahkan. 

Banyak motivasi yang diberikan oleh para pemateri dalam event webinar covid ini diantaranya adalah, "Jangan takut pada vaksin dari Cina, karena panci yang kita pakai dirumah juga dari Cina dan aman dipakai". 

Sebelumnya :
Selanjutnya :