• +62852-9938-0971

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

UMMATTV ACEH SINGKIL--Pengurus Pusat Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menggelar pengajian bulanan di daerah perbatasan dan pedalaman Aceh. 

Untuk tahap awal, pengajian tersebut berlangsung di gampong Suka Makmur dan Pulau Balee, Pulau Banyak, Aceh Singkil mulai 25-27 September 2020. 

Kedua gampong tersebut saat ini sudah menjadi gampong binaan FDP di Pulau Banyak. 

Hal tersebut disampaikan oleh Manager Program FDP, Dr Abizal Muhammmad Yati, Lc MA, Minggu (27/09/2020).

Ia menjelaskan pada setiap bulannya di waktu yang telah ditetapkan FDP akan mengirimkan pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya dari Banda Aceh ke daerah tersebut.  

Untuk kali pertama ini para pemateri yang dihadirkan diantaranya Ketua Dewan Pembina FDP, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL MA dan Manajer Program FDP, Dr Abizal Muhammmad Yati, Lc MA dengan pendamping, Asrof Abdusyakur,S.SosI.  

“Kegiatan tersebut dimaksudkan memberikan pemahaman ilmu akidah, syariah, akhlak kepada masyarakat. Sekaligus sebagai cikal bakal pembentukan gampong syariah di daerah itu,” kata Abizal. 

Sementara itu Ketua FDP, dr Nurkhalis, SpJP, FIHA, FasCC, menjelaskan kegiatan yang diikuti oleh semua lapisan masyarakat itu bertujuan untuk memberi pemahaman tentang akidah yang shahih, mengajarkan ilmu fiqh dan membentuk akhlakul karimah. Selain itu juga dalam rangka meramaikan dan memakmurkan masjid. 

“Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa pengajian khusus untuk kaum ibu, ceramah bada magrib dan subuh. Juga penyampaian khutbah jumat dan silaturrahmi dengan masyarakat setempat,”jelas Nurkhalis. 

Ia juga berharap dari program tersebut akan lahir dan terwujudnya gampong syariah sebagai role model di daerah perbatasan dan pedalaman Aceh. Juga akan terbentuknya masyarkat yang memiliki aqidah yang shahih, memiliki wawasan keislaman yang luas dan pengamalan yang kuat. 

“Kita berharap dengan program itu juga akan melahirkan kader-kader generasi Islam yang nantinya akan terus mengawal daerah perbatasan tersebut dari pengaruh yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” pungkas Nurkhalis.*

Sebelumnya :
Selanjutnya :