• +6281 1987 271

Prof. Veni Hadju : KISAH KARUN

Prof. Veni Hadju : KISAH KARUN

Banyak orang yang memuja Karun dengan harta dan kekayaannya. Banyak yang berharap bisa seperti Karun walaupun hanya memiliki satu persen dari kekayaannya bahkan kurang dari itu. ...

Di dunia ini pernah hidup seorang yang bernama Karun. Kisahnya diceritakan dalam Al-Qur'an untuk menjadi pelajaran buat kaum yang datang sesudahnya termasuk manusia di akhir zaman ini. Karun adalah pengikut Nabi Musa dan diberi kenikmatan yang luar biasa. Hartanya terus bertambah dan semua usahanya mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Saking kayanya, kunci-kunci gudangnya tidak bisa dipikul oleh orang-orang kuat di zaman itu.

Banyak orang yang memuja Karun dengan harta dan kekayaannya. Banyak yang berharap bisa seperti Karun walaupun hanya memiliki satu persen dari kekayaannya bahkan kurang dari itu. Namun, kekayaan Karun membuatnya menjadi bangga terhadap dirinya sendiri. Dia lupa bahwa itu semua pemberian Allah. Dia merasa bahwa harta yang dimiliknya akibat dari kepintarannya dan keahliannya. Saat ada orang memberi nasehat kepadanya dia tidak bergeming malahan mempertunjukkan kemegahannya.Tidak lama setelah itu, bumi bergerak, berguncang hebat, kemudian terbelah dan semua kekayaan Karun tenggelam bersamanya.

Profil Karun masih ditemukan saat ini. Saat belum berharta, dia beriman kepada Allah, rajin ke mesjid, duduk mendengar nasehat, dan tidak pamer. Namun setelah diberi nikmat yang banyak, apakah itu pangkat, jabatan, atau harta mereka berpaling. Agama hanya sebagai sampingan saja dan dikejar mati-matian hanya dunia semata. Mereka mengingkari nikmat yang datang dari Allah dan membanggakan dirinya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Fakhasafnaa bihii wabidaarihil ardha famaa kaana lahuu min fi'atiy yanshuruunahuu min duunillaah, wamaa kaana minal muntashiriin (QS Al: Qassas 28:81). Artinya: Maka Kami (Allah) benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

JADIKANLAH KISAH KARUN SEBAGAI IBRAH DALAM KEHIDUPANMU.

Sebelumnya :
Selanjutnya :