• +6281 1987 271

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

UMMATTV, SURAKARTA--Sebagai dukungan terhadap gerakan World Cleanup Day (WCD) atau aksi bersih-bersih se-Dunia dan Jateng kudu resik yang dilaksanakan mulai 15-24 September 2021, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Gerakan Pilah Sampah dari Rumah pada Jumat (17/9).

“Untuk mendukung aksi tersebut, kami mengajak kepada siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan WCD dengan melakukan kegiatan pilah sampah dari rumah, “ ujar Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Aryanto, Jumat (17/9).

Kegiatan ini, lanjut Aryanto, sebagai upaya sekolah untuk membangun karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan mulai dari diri sendiri, dari rumah, dan lingkungan sekitar. “Kami ajak para siswa berdiskusi dan sharing dalam acara podcast (obrolan santai) melalui youtube PK TV bersama aktivis lingkungan, Hanifah Nurawaliah. Melalui acara tersebut, para siswa berdiskusi tentang apa itu sampah, alasan perlu pilah sampah, akibat dari sampah yang tidak dipilah, jenis-jenis pemilahan sampah, dan bagaimana cara memilah sampah di rumah,” ujarnya. 

Aryanto menambahkan, para siswa kita ajak memilah sampah di rumah, ditimbang, dan dicatat beratnya. Untuk sampah anorganik yang bisa didaur ulang dikirim ke bank sampah sekolah, PK Waste Bank. Barang-barang tersebut akan dikelola melalui program kreasik (kreasi sampah plastik). Kreasik ini sudah menghasilkan beberapa karya seperti pot botol plastik, ecobrik, dan berbagai kerajinan dari limbah plastik.

Sementara itu, Hanifah Nurawaliah, aktivis ecodeen.id tersebut membagikan tips memilah sampah di rumah. “Pertama tentukan target level, misal memisahkan sampah menjadi 4 jenis antara lain, sampah mudah membusuk, kertas, kaca-logam plastik, dan residu. Kedua, siapkan tempat sampah terpilah seperti kardus sesuai jenis. Ketiga, berilah label dan harus mudah dibaca. Keempat, pisahkan selalu sampah yang  basah dan kering. Kelima timbang sesuai jenis dan dicatat. Keenam, salurkan ke pihak yang bertanggung jawab seperti bank sampah atau petugas kebersihan. Terakhir dokumentasikan kegiatan di media sosial agar bisa menjadi inspirasi,” paparnya.

Beberapa siswa terlihat mengirimkan sampah ke PK Waste Bank, bank sampah sekolah dengan protokol kesehatan. Salah satunya, Aqila Najwani Syifa, siswa kelas 9. Karena rumahnya dekat sekolah, ia mengantar sampah ke bank sampah sekolah dengan naik sepeda. Dirinya pun mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena mengingatkan kita agar membuang sampah pada tempatnya dan dipilah-pilah sesuai dengan jenis sampahnya. Memang kita harus membiasakan diri memilah sampah di rumah,” pungkasnya.*

Sebelumnya :
Selanjutnya :