• +62852-9938-0971

Tertundanya Ibadah Haji di Tengah Pendemi Covid-19

Tertundanya Ibadah Haji di Tengah Pendemi Covid-19

Kendati belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang ditundanya haji tahun ini, tetapi sejumlah kalangan sudah memperdiksi haji tahun ini tidak dimungkinkan dilakukan seperti biasanya dengan jamaah skala besar.

UMMATTV JAKARTA--Pemerintah melalui Kementrian Agama telah membatalkan pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia di tahun 2020. Keputusan tersebut diambil karena pandemi Covid-19 masih melanda sebagian dunia termasuk Arab Saudi dan Indonseia.

Muhammadiyah melalui Covid-19 Talk di MCCC pada, Kamis (4/6) melakukan pembahasan mengenai “Pendemi Covid-19 dan Tertundanya Ibadah Haji Indonesia”.

Oman Fathurrahman, Juru Bicara Kementrian Agama mengatakan, pembatalan pemberangkatan jamaah haji telah diputuskan secara nomenklatur sesuai UU Nomor 8 tahun 2018.  Latar belakangnya salah satunya adalah sejak awal krisis pandemic Covid-19 telah membentuk tim krisis haji menganalisis faktor internal dan eksternal salah satu pertimbangan utamanya dimasa pandemi adalah pertimbangan keselamatan kemanusiaan.

“Kami melakukan kajian literatur dan akademik yang berbasis data sampai kapan siklus wabah Covid-19 ini berkahir. Apalagi wabah ini telah kita ketahui banyak memakan korban kematian yang diakibatkan dengan menualr,” kata Oman menjelaskan.

Kata Oman, Kemenag telah mengkaji ternyata pandemi ini tidak ada yang sebentar satu bulan oleh karena itu pertimbangan utamanya adalah menyelamatkan jiwa sesuai dengan maqashid asy-syariah di dalam Islam dimana tujuan Islam itu adalah bagaimana hifdun nafs menjaga jiwa dan menjaga diri selain ada pertimbangan lainya seperti teknis.

Keputusan Kemenag juga telah didasarkan kajian oleh Kementrian Kesehatan seperti disampaikan Eka Jusup Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementrian Kesehatan.

“Kami dilibatkan rapat terakhir tanggal 9 Mei 2020 yaitu Konsolidasi dan Konsultasi yang diinisiasi Kemenag berkaitan dengan pemberangkatan haji. Waktu itu yang kami bahas seputar teknis kesehatan rangka pandemi ini bagaimana memberi pandangan teknis yang memutuskan tetap dari Kemenag,”kata Eka.

Eka menilai persoalan yang dihadapi saat ini adalah karena virus sudah menjadi pandemi, untuk itulah pembatalan haji sangat tepat. Apalagi UU juga menjamin adanya pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dimana negara hadir melindungi umatnya.

“Saya menyambut baik keputusan Kemenag ini rasional. Kami juga melakukan Webinar dengan jamaah haji Jakarta dan Bekasi ternyata jamaah menyambut baik keputusan ini. Malahan sebagian merasa ketika haji tetap dilaksanakan akan ada kekhawatiran dan tidak khusyuk,” jelas Eka.

Kendati belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang ditundanya haji tahun ini, tetapi sejumlah kalangan sudah memperdiksi haji tahun ini tidak dimungkinkan dilakukan seperti biasanya dengan jamaah skala besar.

Hal ini disampaikan Hakimuddin Salim, Anggota Lembaga Haji dan Umrah PP Muhammadiyah di Arab Saudi.

“Seandainya haji tetap dilaksanakan kemungkinan besar prosedurnya sangat ketat. Semua jamaah haji harus sudah faksinasi. Kedua, adalah haji hanya diperuntukkan untuk lokal Arab Saudi dan kalaupun diambil hanya negara yang diteluk,” kata Hakim.

Lebih jauh Ketua PCIM Arab Saudi 2017-2019 ini menjelaskan, sejauh ini kegiatan beribadah di Arab Saudi memang sudah dibuka sejak dua hari kemarin. Tetapi jamaahnya terbatas hanya untuk imam dan petugas yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Adanya pembatalan pemberangkatan haji disambut positif, misalnya Suwandi, Pengurus BPH KBIH ‘Aisyiyah DIY. Dirinya mewakili jamaah KBIH DIY merasa bersyukur karena Kementrian Agama sudah melakukan apa seharusnya dan apa senyatanya. 

Suwandi menjelaskan, alasan Kemenag sudah tepat yaitu pertimbangan keselamatan warga negara menjadi pertimbangan yang utama.  Suwandi tidak bisa membayangkan jika dari 214.000 jamaah haji yang berangkat jika 60 % adalah lansia yang dikhawatirkan akan mudah terpapar nanti sampai 10% saja kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami juga sudah berdiskusi dengan jamaah haji mengenai dampak dibatalkanya pemberangkatan haji tahun ini. Alhamdulillah jamaah haji menyambut positif dan satu tahun kedepannya akan digunakan untuk pendalaman manasik haji,” kata Suwandi.*

Sumber: Muhammadiyah.id

Sebelumnya :
Selanjutnya :