Israel Tutup Al-Aqsa, Safari Ramadan SMART 171 Jaga Nyala Solidaritas

Israel Tutup Al-Aqsa, Safari Ramadan SMART 171 Jaga Nyala Solidaritas

Masjid Habiburrahman ini jadi puncak rangkaian Safari Ramadan. Suara-suara dari Gaza terasa sangat dekat, di beberapa masjid bahkan langsung disapa oleh Syaikh dari Gaza. Ini

BANDUNG UMMATTV.COM - Safari Ramadan SMART 171 tahun ini sampai di ujungnya. Semalam (17/3), Masjid Habiburrahman di Bandung jadi saksi penutupan yang berbeda dari biasanya. Kali ini Farah Qoonita, aktivis SMART 171 sekaligus penulis ini hadir menyampaikan update langsung dari Palestina. Ia menyebut bahwa tahun ini Masjid Al-Aqsa ditutup, tak bisa tarawih bahkan sekedar berkumpul. Mulanya Israel membatasi hanya 10 ribu jamaah bisa masuk, tapi kemudian ditutup selama 12 hari Ramadan sampai jamaah yang sudah datang dari jauh dan melewati banyak checkpoint penjajah terpaksa salat di luar komplek masjid.

Sisipkan gambar ...

Masjid Habiburrahman yang tiap tahun jadi lokasi itikaf dengan tenda, kian hidup oleh pemaparan Farah Qoonita soal kedekatan warga Palestina dengan Quran. Sebagaimana jamaah Masjid Habiburrahman tilawah dan murajaah Quran di dalam tenda, begitupun dengan warga Gaza di dalam tenda-tenda mereka, penuh lantunan Quran. Farah berkata, "Perbedaannya, kita di tenda hanya saat Ramadan, mereka tetap di tenda meski bukan Ramadan."

Kata Farah, Profesor Zakaria dari Gaza menjelaskan bahwa predikat hafiz Al-Qur’an diberikan melalui standar sangat ketat, yakni harus mampu melafalkan hafalan tanpa kesalahan saat tasmi’, menguasai ribuan hadis terkait ayat, serta memahami sirah dan asbabun nuzul secara mendalam, sebelum akhirnya dinyatakan layak menerima selendang kehormatan. Farah juga berkata, “di Gaza anak-anak tumbuh lebih cepat, lebih semangat menghafal Quran karena mereka tahu bisa dibunuh Israel kapan saja. Jadi gak ada tuh fase galau-galau kayak kita.”

Tak hanya Farah, Safari Ramadan yang dilaksanakan SMART 171 sepanjang Ramadan juga menghadirkan Dr. Maimon Herawati, Sarah Muthiah, dan 2 Syaikh asal Palestina yakni Mahmoud Darwis dan Amin. Mereka menyapa masyarakat di 15 masjid Jakarta, Bandung, dan Sumedang.

Sisipkan gambar ...

Kala Dr. Maimon Herawati, Direktur SMART 171 sekaligus Ketua Dewan Pengawas GPCI, menjadi pembicara di Masjid Baburrahman (14/3), jamaah itikaf bahkan berlama-lama bertahan, menunda pulang. Kajian bada subuh yang harusnya selesai pukul 06:30 baru selesai pukul 07:30 karena antusiasme jamaah mendengarkan dan bertanya. Beberapa ibu terlihat menangis tersedu-sedu mendengar paparan Dr. Maimon pagi itu.

Tahira, Ketua Pelaksana Safari Ramadan menuturkan, “Yang kita bangun bukan sekadar empati sesaat, tapi kognitif yang sadar, pengetahuan yang terus hidup. Karena penjajah tak berhenti, maka suara kita juga tidak boleh berhenti.”

Penutupan di Masjid Habiburrahman ini jadi puncak rangkaian Safari Ramadan. Suara-suara dari Gaza terasa sangat dekat, di beberapa masjid bahkan langsung disapa oleh Syaikh dari Gaza. Ini semua dilaksanakan sebagai ikhtiar penguatan solidaritas dan pengetahuan

Sebelumnya :