Ustadz Zaitun : "Umat Islam tidak boleh hanya sibuk dengan urusan internalnya sendiri. Kita mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan persoalan masyarakat."
JAKARTA UMMATTV.COM — Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menegaskan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global tidak cukup hanya ditandai dengan kemajuan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diiringi dengan peningkatan kualitas manusia serta penguatan nilai moral dan spiritual.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi Ormas Islam yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dalam materinya yang bertajuk *“Merajut Ukhuwah, Menguatkan Umat Menuju Jakarta Kota Global”*, Kiai Zaitun mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota harus diukur secara lebih komprehensif.
“Jakarta tentu kita harapkan menjadi kota global yang maju dan modern. Tetapi kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari gedung pencakar langit, investasi yang besar, atau transportasi yang canggih. Yang jauh lebih penting adalah kualitas manusia dan peradaban yang dibangun di dalamnya,” ujar Kiai Zaitun.
Menurutnya, kota yang benar-benar maju harus memiliki sumber daya manusia yang unggul, ekonomi produktif dan berkeadilan, pendidikan dan kesehatan berkualitas, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Di samping itu, kehidupan masyarakat yang harmonis dan kuatnya nilai moral serta spiritual menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
“Kita tentu tidak ingin Jakarta maju secara fisik, tetapi tertinggal dalam akhlak dan kehidupan sosial. Kemajuan infrastruktur harus berjalan seiring dengan kemajuan manusianya,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, Kiai Zaitun menekankan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 143 tentang kedudukan umat Islam sebagai *ummatan wasathan* yang memiliki misi menjadi *syuhada 'alan-nas*, yakni menghadirkan keteladanan, keadilan, dan nilai-nilai kebaikan bagi manusia.
Karena itu, menurutnya, umat Islam tidak boleh hanya disibukkan dengan berbagai persoalan internal, sementara tantangan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, pendidikan, kerusakan lingkungan, dan persoalan moral di tengah masyarakat kurang mendapatkan perhatian.
“Umat Islam tidak boleh hanya sibuk dengan urusan internalnya sendiri. Kita mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan lingkungan dan kehidupan sosial,” katanya.
Kiai Zaitun memandang ormas Islam memiliki modal sosial yang besar untuk mengambil peran tersebut melalui jaringan pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, dan kegiatan kemanusiaan.
Potensi ini, lanjutnya, perlu disinergikan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi pembangunan Jakarta.
“Umat yang kuat adalah umat yang mampu menjaga identitas keislamannya, sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi kehidupan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia berharap transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya menghasilkan kota yang modern dan kompetitif, tetapi juga menjadi ruang kehidupan yang harmonis, adil, bermartabat, dan berkeadaban.
Dengan demikian, kemajuan Jakarta tidak hanya dapat dibanggakan dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas kehidupan masyarakatnya.