#Sini Duduk Samping Aku : Mindset PERILAKU KHADIJAH

#Sini Duduk Samping Aku : Mindset PERILAKU KHADIJAH

Mindset dan perilaku Khadijah memberi kekuatan besar pada kepercayaan diri sang Nabi untuk terus yakin akan perintah ALLAH SWT untuk menyebarkan Islam kesemua makhluk di bumi.

Seorang pria 25 tahun menikahi seorang wanita kaya dan cerdas, yang usianya jauh lebih matang darinya.  Wanita ini bukan wanita sembarangan, dia wanita sukses, terpelajar, dan punya strata sosial yang sangat dihormati di kaumnya.  Punya jaringan usaha yang luas dan juga sepupu dari seorang cendikiawan yang ahli dalam banyak kitab suci.  Lalu mereka hidup bersama dalam 15 tahun, sebelum sesuatu yang besar terjadi.

Pria ini mengklaim dirinya mendapat wahyu, Sekarang kita tunda dulu segala rupa teks teks sakral yang selama ini kita kenal, kita lihat ini sebagai manusia biasa tanpa dogma, Apakah dalam 15 tahun itu ada diskusi diantara mereka, Apakah mungkin pria ini mendengar dan belajar, Atau setidaknya dirinya terinspirasi dan belajar dari sosok istrinya.

Saya mengajak kita semua, menanggalkan sejenak segala bentuk dogma ajaran agama untuk bisa mengenal pria ini sebagai sosok pria biasa dengan seutuhnya. 

Dari mana asalnya narasi narasi besar dan gagasan yang dibawanya. Mungkin ini juga bukan tentang wahyu yang turun dari langit begitu saja, Mungkin ini tentang hasil perenungan percakapan bersama istrinya yang sangat seimbang dalam intelektual dan spiritualnya. Atau mungkin ada sesuatu yang jauh lebih menarik dari semua ini. Sesuatu yang selama ini jarang kita pikirkan. Mari kita telusuri tanpa takut bertanya.

Jazirah Arab abad ke 6 bukanlah tempat yang kosong dari pemikiran besar, jalur dagang yang menghubungkan Syam, Mekkah, Yaman dan Persia yang merupakan jalan lintasan penting saat itu. Diantara para Kafilah yang membawa rempah dan barang dagangan, terselip tentang kisah raja raja, ajaran ajaran agama, tentang dunia diluar padang pasir yang tak bertepi.

Ditengah semua itu seorang wanita mengelola bisnisnya dengan cermat, Khadijah binti Khuwaylid, bukan hanya pebisnis yang dihormati, Ia punya akses khusus dan istimewa dalam banyak ragam keilmuan dan intelektual, sang sepupu Waraqah bin Naufal, merupakan anak pamannya yang sangat ahli dalam pemahaman kitab Taurat dan Injil.  Dimana ia juga menjadi penggagas kaum quraish untuk meninggalkan politeisme. Pemahaman politeisme di kaum yahudi pun ikut bertransformasi lewat pikiran pikiran dan gagasan sang sepupu Khadijah. Ia memahami, ia meyakini pasti isi kitab taurat dan injil, tentang seorang yang akan datang dan ditunggu tunggu yang akan membawa umat manusia kedalam sebuah ajaran yang benar.

Adakah khadijah yang banyak belajar, mendengar dari pengajaran sang sepupu ini, juga mendiskusikannya dengan sang suami ?

Apakah nabi Muhammad yang kerap berdiam diri dalam perenungan  juga banyak mendengar dan belajar, mulai menyusun potongan potongan pemikiran dari berbagai sumber yang ia temui ?

Jika kita membuang sejenak pesan wahyu yang tiba tiba turun dari langit, ada sebuah kemungkinan yang lebih manusiawi. Bahwa ini perjalanan pemikiran yang perlahan terbangun. Bagaimana jika ini semua bermula dari hal ini ?

Mekkah adalah kota dagang bukan kota pemikir, tidak seperti Yunani yang memiliki banyak pemikir besar, Mekkah lebih sibuk dengan transaksi, keuntungan, laba dan menjadi kaya.  Namun ditengah hiruk pikuk kebiasaan masyarakat Mekkah itu, ada seorang pria yang lebih suka menyepi, bukan karena dia miskin, tidak berilmu apalagi tidak percaya diri karena punya istri kaya raya, dengan segala rupa pergunjingannya. Akan tetapi saya yakin ada sesuatu yang lebih mengusik rasa dan minat bakatnya, yang senantiasa menjadi  subyek susah akan tidurnya.

Gemar sekali mengasingkan diri ke gua Hira, dalam kegelapan gua, seolah olah dirinya mendapat asupan energi lebih atas rasa dan minat bakatnya, dan juga semakin meningkatkan frekwensi pemahaman wujud dan ketidakperwujudan sang khalik langit dan bumi.

Nabi Muhammad bukan sosok yang suka membaca, beliau amat suka berpikir,  mungkin dalam keheningan berada dalam gua, Ia teringat obrolan dengan sang istri tentang banyak ragam rupa manifestasi Tuhan, atau mungkin juga dalam meyakinkan diri memahami kebenaran kebenaran dari Taurat dan Injil yang saat itu banyak menjadi inspirasi hidup dimasyarakat Mekkah, Jadi isu ini direnungkan mendalam dalam kontemplasinya di gua Hira.

Perlahan dan membentuk konsep konsep ketuhanan yang pada akhirnya membangun peradaban kebebasan penuh moralitas dan bersifat universal tanpa tersentuh batasan manusiawi. Dengan kata lain,  yakinnya ia akan gagasan agama yang sesuai dan cocok untuk semua manusia di muka bumi.

Jadi ini merupakan hasil dari proses panjang dan bukan hasil yang ujug ujug datang dan ada. Semua tokoh besar yang membuat gagasan besar dalam banyak ragam fokusnya, mereka tidak ada yang secara instan dalam menetapkan dan menyuarakannya kepada khalayak ramai. Mereka semua punya fase fase berproses yang khas, yang menjadikan mereka mudah dikenali, dipahami dan diikuti.

Ada fase dimana mencari dan mengumpukan data juga instrumennya, ada masa dirinya ragu, ada waktu dimana ia harus merubah, merevisi, juga membangun kembali motivasi, mengingat kembai awal  intuisi, mereposisi, sebelum semua tersudut pada gagasan yang terpresisi.

Dititik ini , sejarah mulai bercabang, kaum atheisme tetap tidak akan bersepakat tentang gagasan sang Nabi, kaum agnostik sekalipun dengan kenetralismeannya tidak banyak menggugat tapi tetap menjaga gosip selalu hangat. Orang quraish juga menganggap sang muhammad tidak punya hak untuk menyuarakan gagasannya, Yahudi enggan dan sulit yakin, mengingat ia bukan keturunan bani israel, dimana dari kaum inilah nabi nabi sebelumnya bermula.

Eng ing eng....dari banyak rupa penolakkan penolakkan tersebut, yang bukan saja menyudutkan status sosial Nabi Muhammad, fisik dan psikisnya juga kerap diganggu dan akan terus diganggu ketenangannya, tampillah serigala betina yang seakan akan mengingatkan para kritikus Mekkah bahwa ada dirinya yang bersamanya.

Khadijah bukan wanita yang bisa diperlakukan sembarangan, ingat tadi diatas sudah saya ceritakan, khadijah punya jaringan luas dalam status sosialnya.  Ia hadir dibelakang, didepan, pada setiap langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW.  Dan yang lebih dahsyatnya, dirinya senantiasa ada disamping Nabi, bukan saja membantu syiar kebenaran islam, Apapun kebutuhan perjuangaan sang nabi dirinya selalu All in. 

Apalah arti nilai kebenaran jika hanya dinikmati untuk pribadi, tidak bisa dimiliki orang lain, tidak menjadi manfaat untuk orang lain. Nah untuk inilah Khadijah rela membantu segala sesuatunya untuk nilai kebenaran hakiki yang juga harus dipunyai orang lain. Islam hadir untuk itu. 

Sejarah pun sedikit menulis perannya dalam mashurnya Islam, padahal kehadirannya sangat utama dalam wajah baru Islam yang baru dikenal orang orang mekkah. Mungkin etika tentang genderism yang berlaku di saat itu, dimana wanita cenderung dianggap tidak penting kehadirannya. Hal besar apapun yang dilakukan wanita, di anggap hal kecil bagi kaum laki laki, itu kenapa saya menyebutnya serigala betina. Ia  tidak sibuk validasi rimba ala harimau, tidak sibuk kehormatan bak singa savana.

Ingat episode mindset dan perilaku serigala sebelumnya ? Hutan rimba mewakili validasi ilmu dan agama, bentangan sava merepresentasikan teknologi dan modernisasi, Serigala tidak bergeming akan hal itu, serigala hanya fokus untuk bertahan dan kelangsungan hidup.

Ikhlas kehilangan banyak harta, reputasi dan status sosial memudar, pengkerdilan intelektual pun tidak membuat khadijah berhenti berjuang bersama sang suami. Khadijah selalu menjadi faktor Nabi tidak mudah untuk dijatuhkan lawan intelektualnya, lawan politiknya pun tidak akan gegabah, sekali lagi saya tegaskan itu semua karena sosok KHADIJAH.

Khadijah lah yang pertama kali meyakinkan sang Nabi untuk meneruskan dan menyuarakan kebenaran atas wahyu yang didapatkan di gua Hira, ditengah kebimbangan, ketakutan dan ke khawatiran yang melanda setelah mendapatkan pengalaman begitu hebat di gua tersebut. Tidak mudah di mekkah untuk menyuarakan sesuatu yang baru, apalagi  sosok orang yang mengagas pemahaman baru bukanlah dari asal usul pribadi yang notabene bukan dari keluarga terpandang. Bagaimana mungkin seorang dari keturunan quraisy biasa memberi pemahaman pembaharuan ditengah kondisi intelektual masyarakatnya mapan. Peristiwa ini bukan hanya saja kejadian spiritual campur tangan sang khalik langit dan bumi semata, Sosok kuat Khadijah yang bukan saja sebagai pendamping, kehadiran Khadijah tersebut merupakan jaminan utama apa yang diperjuangkan Nabi saat itu menjadi sesuatu yang bisa terlaksana sekalipun tidak mudah.

Fase fase penolakkan ide gagasan baru dengan Islam sebagai acuan tatanan kehidupan baru, bergerak dinamis yang awalnya hanya beberapa orang, berkembang menjadi kelompok pengikut dengan  beragam  latarbelakang keseharian. Dari pedagang, orang biasa sampai banyak pemikir dan tokoh terkenal di mekkah mulai memahami gagasan besar ajaran Islam.

Pertanyaan sederhananya seperti ini, Apakah pengikut setia Nabi Muhammad saat itu percaya kepada wahyu, atau yakin atas apa yang dilakukan Nabi dikesehariannya ?

Saya lebih yakin mereka semua pengikut awal ajaran Islam saat itu, lebih melihat sikap Nabi Muhammad, perilaku keseharian sang Nabi inilah yang menjadi magnet ketertarikan kepada sebuah ajaran baru yang lebih mampu menjawab semua permasalahan masyarakat di Mekkah saat itu.  Sebuah gerakkan kecil yang bermula dari kota sibuk Mekkah, sampai pada akhirnya dapat meluluh lantahkan ajaran ajaran terdahulu diseluruh dunia.

Tiap strategi sosial perlu cara untuk bertahan, Mekkah dengan para pemuka quraisy yang semakin agresif terhadap ajaran Nabi Muhammad, bukanlah tempat yang aman. Disinilah langkah politik pertama yang dibuat sang Nabi, yaitu dengan hijrah ke Madinah. Tapi ini bukan sekedar perpindahan fisik, ini adalah langkah strategis yang mengubah peran Nabi Muhammad dari sekedar pemimpin spiritual menjadi pemimpin politik dan militer. 

Bagaimana strategi ini di rancang, Apakan Madinah merupakan tempat yang mudah untuk menerima kehadiran ajaran sang Nabi ? Dan bagaimana Nabi Muhammad memulai membangun kekuasaan disana ?

Perubahan struktural penting dilakukan, dari ajaran menjadi hukum, dari keyakinan menjadi kekuasaan. Inilah titik dimana sejarah islam tidaklah lagi semata tentang wahyu, tetapi juga tentang diplomasi, strategi dan kepemimpinan dalam arti yang sesungguhnya. Hijrah ke Madinah bukan sekedar perpindahan geografis perjuangan, tetapi menjadi keputusan pengujian kebenaran ajaran Islam itu sendiri. Berbeda dengan Mekkah yang didominasi suku quraisy, Madinah adalah kota dengan struktur sosial beragama yang lebih fanatik. Dimana banyak suku yang mendiami kota ini sebelumnya, dari suku arab, komunitas yahudi. Madinah adalah lahan yang subur untuk perubahan  tapi juga bukan tanpa tantangan. Nabi Muhammad pun perlu memastikan bahwa kehadiran kelompoknya diterima  bukan sebagai ancaman tetapi sebagai bagian masyarakat yang lebih adaptif. Nabi mulai membangun aliansi, mengusung ide demokrasi awal di jazirah Arab. Kita mengenalnya dengan piagam Madinah. Langkah strategis penting dari sang Nabi untuk menciptakan kerukunan umat beragama disana, dan hal ini juga tercatat dalam sejarah bagaimana Islam mampu menjawab semua kekhawatiran bahwasanya ajaran agama tidak selalu menggunakan cara cara radikal dalam perjuangannya. 

Semua kelompok mendapat fokus perhatian yang sama adilnya, sekalipun terbagi dalama beberapa ragam kepentingan, seperti kelompok islam pendatang, muhajirin, penduduk asli Madinah, Anshar & kelompok yahudi yang sudah lama menetap disana, Zebaoth. Piagam Madinah memberi jaminan keamanan dan kenyamanan yang sama bagi setiap kelompok,  dari muslim, penduduk asli dan yahudi. Nabi Muhammad diakui sebagai pemimpin utama sekaligus mediator dari banyaknya  konflik sosial disana. Tiap kelompok juga diatur atas Hak dan Kewajibannya di kota itu termasuk atas hak dan kewajiban intelektual dan kekayaannya. Jika ada ancaman dari luar, semua pihak harus bersatu mengatasinya. Dengan piagam Madinah, Nabi Muhammad bukan saja sebagai pemimpin, akan tetapi menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan stabilitas dan ekspansi lebih lanjut. Namun bukan berarti mulus begitu saja proses Islam bisa diterima di Madinah, Ada perlawanan dari pihak yang merasa terancam dari kehadiran Nabi dengan pengikutnya, beberapa suku yahudi dimadinah mulai meragukan kepemimpinan Nabi, sementara di Mekkah juga tidak tinggal diam, pemimpin quraisy tetap saja menebar teror fitnah dan gangguan gangguan yang intensif.

Sampai perang pun menjadi jalan perjuangan yang tercatat masiv dalam sejarah perkembangan Islam didunia.  Perang Badar menjadi titik awal utama kebesaran Islam dikenal dunia, karena dengan jumlah tentara yang jauh lebih sedikit dari pasukkan quraisy namun, strategi dan kharisma kepemimpinan Nabi Muhammad menjadi salah satu faktor penyebab kemenangan diperang itu. Kemenangan ini bukan semata menjadi simbolis kepemimpinan sang Nabi, secara spiritual menjadi kekuatan keyakinan dari banyak pengikut sang Nabi untuk ikut berjuang menyiarkan ajaran Islam. Juga memperkuat posisi politik Nabi Muhammad di Madinah.

Namun kemenangan tidak selalu berpihak, perang Uhud menunjukkan bahwa pasukan muslim tidak kebal terhadap godaan materialisme, Kekalahan pun terjadi, dan banyak perang perang lanjutan baik dalam skala kecil dan besar menjadi saksi sejarah yang pada akhirnya berakhir pada perjanjian Hubaidiyah, yang membuka jalan ekspansi ajaran Islam keseluruh jazirah Arab.

Di Madinah Muhammad bukan hanya sekedar seorang Nabi yang menyampaikan wahyu, Ia adalah pemimpin, diplomat, dan juga panglima perang. Setiap keputusan yang diambil bukan sekedar berdasarkan spiritualitas, tetapi juga dari pertimbangan politik dan militer. Dari sinilah Islam berkembang dari sebuah ajaran menjadi sebuah kekuatan. Hijrah bukan saja untuk bertahan tetapi sebagai tranformasi total.  Dari Madinah gelombang kemasyuran Islam tidak terbendung, setelah posisinya di Madinah semakin kokoh, Nabi Muhammad mulai mengarahkan perhatiannya pada ekspansi dan perluasan cakupan syiar Islam ke banyak daerah, sekalipun Mekkah tetap menjadi fokus utama dalam strategi penaklukkan kota terpenting, wilayah Afrika dan Asia tengah juga menjadi fokus ekspansi perjuangan Islam.

Guna memastikan rencana besar itu terlaksana, Nabi Muhammad perlu memastikan tidak terjadi gangguan dari banyak pihak didalam kota Madinah itu sendiri, Jadi untuk menciptakan kondusifnya faktor keamanan dan kesejahteraan masyarakat Madinah, Sang Nabi melakukan pernikahan politik dengan suku suku penduduk asli Madinah.

Mengambil alih jalur jalur utama perdagangan yang telah lama dikuasai suku quraisy, sehingga banyak pemimpin suku quraisy yang mulai melakukan pelanggaran pelanggaran perjanjian Hubaidiyah, dan ini yang menjadikan Nabi Muhammad punya alasan kuat untuk segera menaklukan kota mekkah. Dengan menggunakan jalan diplomasi yang cermat dan kekuatan militer yang besar, pada tahun 630 M, Nabi Muhammad memimpin langsung penaklukan kota Mekkah, dan kota Mekkah berhasil di taklukan tanpa perlawanan berarti. Penduduk Mekkah menerima kedatangannya dan relatif misi perang tersebut berlangsung dengan damai. Berhala disekitar Mekkah dihancurkan menandai musnahnya politeisme di jazirah Arab, dan dimulainya tatanan baru dengan wajah Islami di Mekkah.

Setelah Mekkah ditaklukkan, Nabi Muhammad bukan sekedar menjadi pemimpin sekte, lebih kuat dari sebelumnya, Nabi Muhammad menjadi pemimpin utama dikeseluruhan tanah jazirah Arab. Islam bukan sekedar menjadi ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan politik yang mampu mengubah perilaku sosial dan ekonomi masyarakat Arab. Hukum dan tatanan sosial pun semakin mengesahkan legitimasi kebesaran Islam yang bukan melulu tentang wahyu, melainkan sebuah ajaran yang benar memberi kualitas hidup yang sangat baik.

632 M Nabi Muhhamad wafat, dinamika perkembangan Islam pun menjadi sorotan masyarakat dunia yang melihatnya sebagai tatanan keagamaan yang sangat represif dan agresif. Cara cara diplomasi yang selalu dilakukan Nabi Muhammad sebelum menggunakan kekuatan militernya, dibalik oleh para khalifah yang melanjutkan perjuangan syiar Islam ke banyak daerah. Kekuatan militer selalu menjadi cara yang didahulukan, setelah ditaklukkan baru diplomasi di laksanakan, Bukan tanpa stigma negatif apa yang dilakukan pemimpin Islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad, sampai saat ini pun, banyak masyarakat eropa khususnya masyarakat ekonomi eropa dengan orang orang keturunan yahudi dibelakangnya, menilai Islam merupakan ajaran atau gerakan spiritual yang agresif.

Dari sebuah perjuangan sekelompok orang dalam pencapaian terbesarnya, ada sosok yang bekerja secara bayang bayang, tidak tersentuh sejarah bahkan cenderung diabaikan dalam banyak ragam informasi.  Buat saya sosok Khadijah binti Khuwaylid merupakan insan penting dalam keberhasilan perkembangan perjuangan Islam. Sekalipun ia wafat sebelum kelompok muslim hijrah ke Madinah, dan mencapai kebesarannya, mindset dan perilaku Khadijah memberi kekuatan besar pada kepercayaan diri sang Nabi untuk terus yakin akan perintah ALLAH SWT untuk menyebarkan Islam kesemua makhluk di bumi.

Istri pertama Nabi Muhammad, yang bukan sekedar melayani segala kebutuhan sang Nabi, keperluan dari banyak pemenuhan kecukupan psikis dan fisik sang Nabi pun di fasilitasi, sosok pelayan, pelindung dan pendamping yang rela membuang semua pencapaian pribadinya hanya untuk semata perjuangan sang suami dalam menyiarkan ajaran hebat Islam dan kebenarannpNYA. Saya yakin tanpa Khadijah, Pria 25 tahun yang Ia lamar untuk menjadi suaminya tidak akan mudah dikenal sebagai Nabi. Kisah Khadijah bukan sekedar kisah seoraang istri yang sukses dalam ekonomi, intetektual dan relasi. Kekuatan inilah yang menjadi perisai pada awal Nabi Muhammad berdakwah.

Khadijah wanita hebat yang tidak sibuk dengan validasi, tidak FOMO dan OlO. Memilih tanpa debat dan membuang ego. Cerdas pada banyak keilmuan namun tetap berposisi bodoh sebagai cara agar sang suami menjadi lebih tinggi derajatnya dari dirinya yang terlahir dari keluarga biasa.

Dan saya yakin , ketika sang Nabi dalam banyak kebimbangan dan keraguannya, dialah satu satunya orang yang selalu berkata kepada Nabi,....

Sini duduk samping aku.

-RadjaMNoor-

Sebelumnya :