Sepanjang Maret 2026, SMART 171 turun menyalurkan bantuan dalam dua bentuk makanan siap saji dan food parcel.
LEBANON UMMATTV.COm Serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut, bahkan hingga berita ini diturunkan, sudah 1.100 korban syahid sebagaimana dilansir Aljazeera. Israel serang berbagai wilayah di Lebanon yang dekat area pengungsi Palestina seperti Kamp Shatila di Beirut, Kamp Ain al-Hilweh di Sidon, Kamp Rashidieh di Tyre, Kamp Mieh di Sidon, dan banyak lagi. Lagi-lagi para pengungsi Palestina jadi korban paling rentan. Tanpa serangan Israelpun, kehidupan mereka sudah sulit. Untuk itu, Sepanjang Maret 2026, SMART 171 turun menyalurkan bantuan dalam dua bentuk makanan siap saji dan food parcel.
Israel hancurkan banyak jembatan di Sungai Litani guna mengisolasi wilayah satu dengan lainnya. Tim SMART 171 menemukan banyak keluarga mulai sulit mengakses makanan. Pada tahap awal, tim membagikan hot meal di titik-titik pengungsian sementara, utamanya pengungsi tanpa fasilitas memasak. Berikutnya, food parcel diberikan kepada keluarga lainnya.
“Bantuan SMART 171 ini memang respon dari serangan Israel, khususnya menyasar pengungsi Palestina yang terdampak. Lebanon sendiri sudah lama menampung pengungsi Palestina, tapi banyak dari pengungsi ini terjebak di kamp-kamp dengan pelayanan dasar yang seadanya.” Kata Dr. Maimon Herawati menjelaskan. Para pengungsi Palestina ini dianggap orang asing, stateless. Tanpa KTP Lebanon, tak ada akses ke sekolah negeri dan rumah sakit pemerintah. Mereka hanya boleh bekerja di sektor informal.
Sepanjang Maret tercatat ada ratusan keluarga menjadi penerima manfaat. Relawan SMART 171 melihat sendiri bagaimana perempuan dan anak-anak paling rentan. Banyak di antara mereka adalah pengungsi lama, sudah bertahun-tahun hidup di tengah keterbatasan, kini harus menghadapi kondisi darurat yang semakin menekan.
Lewat program Hot Meal dan Food Parcel, SMART 171 berkomitmen sampaikan titipan donatur ke pengungsi dan korban di Lebanon. Kehadiran makanan di titik-titik pengungsian sementara sangat penting. Kebutuhan itu jadi penahan utama agar krisis kelaparan tidak menjerat warga sipil dan pengungsi Palestina.
Selain 1.100 korban jiwa, serangan Israel telah melukai 3.229 lainnya. Lebih dari 1 juta orang mengungsi, 136.000 di antaranya berjejalan di penampungan resmi. Di antara para korban terdapat ratusan perempuan dan anak-anak yang terjebak di zona tempur, termasuk di dalam kamp-kamp pengungsian Palestina yang terus menjadi sasaran pemboman.