Wisudawan Uninur 2026, Dr Sarpendi Perkenalkan Model Kepemimpinan Mastermind Leader untuk Madrasah

Wisudawan Uninur 2026, Dr Sarpendi Perkenalkan Model Kepemimpinan Mastermind Leader untuk Madrasah

Mengenai topik utama dalam disertasi saya, saya perlu menyampaikan ada novelty dari penelitian saya adalah bahwa memang Mastermind Leader di madrasah

JATI AGUNG  UMMAT TV.COM – Universitas Islam An-Nur (Uninur) Lampung kembali mencatatkan sejarah dengan mewisuda Sarpendi (35), mahasiswa program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam, pada Sabtu (14/2/2026).

 Sarpendi resmi menyandang gelar doktor setelah menempuh perjalanan akademik panjang yang berawal dari Desa Bungkuk, Lampung Timur.

Pria kelahiran 15 September 1991 ini merupakan anak kedelapan dari sepuluh bersaudara pasangan Bakri dan Siti Maryam. 

Perjalanan pendidikannya tergolong konsisten di yayasan An-Nur, mulai dari menempuh S1 di STAI An-Nur pada 2011, melanjutkan Magister (S2) di Institut Agama Islam An-Nur pada 2016, hingga akhirnya menuntaskan jenjang S3 di Universitas Islam An-Nur Lampung.

Sisipkan gambar ...

Motivasi utama Sarpendi dalam mengejar gelar tertinggi ini berakar pada nilai religiusitas. Ia memegang teguh prinsip Tholabul 'Ilmi minal mahdi ilal lahdi, yang berarti menuntut ilmu sejak lahir hingga meninggal dunia, serta keyakinan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang duduk di majelis ilmu.

Dalam penelitian disertasinya, Sarpendi membawa sebuah kebaruan (novelty) yang ia sebut belum pernah diteliti sebelumnya dalam konteks madrasah. Ia memperkenalkan konsep kepemimpinan bertajuk Mastermind Leader sebagai strategi baru dalam upaya meningkatkan kinerja guru secara signifikan.

"Mengenai topik utama dalam disertasi saya, saya perlu menyampaikan ada novelty dari penelitian saya adalah bahwa memang Mastermind Leader di madrasah itu belum pernah diteliti orang lain dalam meningkatkan kinerja guru," ujar Sarpendi saat diwawancarai usai prosesi wisuda.

Ia menjelaskan bahwa indikator utama dari Mastermind Leader adalah kemampuan seorang kepala madrasah dalam mengorkestrasi serta merawat jejaring. 

Sisipkan gambar ...

Menurutnya, kepemimpinan ini tidak hanya berfokus pada sisi internal madrasah, tetapi juga memperluas jangkauan ke pihak eksternal.

"Kepala madrasah sebagai Mastermind Leader dituntut bukan hanya sekadar pintar atau piawai mengolah internal madrasahnya, namun juga harus pintar mengelola, membentuk, merawat, dan menyambung jejaring eksternal kepada perguruan tinggi hingga stakeholder lain," tuturnya.

Sarpendi menegaskan bahwa keunggulan teori ini terletak pada kolaborasinya. "Kalau visioner itu hanya membentuk di internal madrasah, sementara kalau Mastermind Leader, dia menguatkan dari dalam, lalu juga membangun kinerja dari luar, mengajak kerja sama banyak pihak untuk meningkatkan kinerja guru ini," tambahnya.

Selama proses penelitian, ia mengaku tantangan terberat justru muncul dari faktor internal, yakni melawan rasa malas dan keinginan menunda waktu. Baginya, waktu adalah sesuatu yang sangat tajam seperti sayatan pedang (al-waqtu kas-saif) yang tidak boleh disia-siakan.

Selain tantangan disiplin diri, faktor finansial dan pembagian waktu dengan keluarga juga menjadi ujian tersendiri. Namun, ia berhasil melaluinya berkat manajemen jadwal yang konsisten serta dukungan penuh dari para pembimbing dan penguji di Universitas Islam An-Nur Lampung.

Sarpendi juga sangat merekomendasikan sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan di Uninur Lampung. Menurutnya, sistem ini adalah solusi bagi para pekerja dan pendidik karena memberikan fleksibilitas tanpa mengabaikan kualitas dan tuntutan akademik dari kementerian.

"Sistem hybrid ini sangat membantu sekali bagi kami para pekerja. Universitas Islam An-Nur Lampung memberikan kemudahan dan solusi melalui program ini, sehingga proses pendidikan yang kami jalankan itu tidak terasa berat," ungkap Dosen Tetap UIN Lampung tersebut.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Rektor Uninur Lampung, Abah K.H. Prof. Dr. Andi Warisno, M.Pd. Sarpendi menilai sang Rektor selalu memberikan motivasi dan instruksi kepada para pembimbing agar siap siaga melayani mahasiswa tanpa mempersulit proses birokrasi bimbingan.

Sebagai dosen profesional yang telah bersertifikasi sejak 2023, Sarpendi berkomitmen untuk merealisasikan ilmunya di kampus tempatnya mengajar serta masyarakat luas. Ia berencana menjadi mentor bagi lembaga pendidikan yang membutuhkan pendampingan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menutup keterangannya, Sarpendi memberikan pesan kuat bagi mahasiswa lainnya, "Teruslah berproses dengan baik karena proses membawa menuju sukses. Kurangi atau hilangkan banyak protes karena itu akan menghambat sukses. Berhenti kita ditumbur orang, apalagi mundur pasti kita hancur."

Sebelumnya :