#17 Sini Duduk Samping Aku : Filsafat Jawa GAYA HIDUP

#17 Sini Duduk Samping Aku : Filsafat Jawa GAYA HIDUP

Bahwa di Jawa ada tatanan pendidikan khusus untuk anak, agar tetap menjaga adab pada para pendahulu, pun terhadap orang tuanya sendiri,

Ini pembahasan tentang adab! 

Yakni perihal pembentukan karakter terhadap Trah Jawa dengan nilai-nilai keluhuran, kemudian memliki harapan melahirkan kearifan-kearifan.

Bahwa ajaran Leluhur Wong Jawa dari abad ke abad sangat identik dengan "Kawicaksanan" secara harfiah dimengerti teramat bijak, alias tidak gegabah! Artinya watak arogan adalah pantangan bagi kami, sebagai anak Jawa.

Di Jawa ada ilmu tingkat tinggi yang disebut dengan "Mikul Duwur, Mendem Jero" memiliki makna: "Angkatlah Kebaikan Setinggi-tingginya Dan Tutuplah Aib Serapat-rapatnya."

Tentang penerapan ilmu "Mikul Duwur, Mendem Jero" biasanya berlaku pada hal yang berkaitan dengan kesejarahan pendahulu, atau diseputar keterangan riwayat kehidupan orang tua. Ceritakan kemuliaannya, jangan kau bongkar keburukannya. Begitu kira-kira maksudnya!

"Mikul Duwur, Mendem Jero" adalah bukti bakti generasi pada Leluhur, adalah adab mulia seorang anak kepada orang tua. Akan dinilai teramat buruk watak generasi atau seorang anak bila serampangan "Ngrasani Ala" pada Leluhur atau pada kedua orang tuanya sendiri. Selain tidak elok, bisa kuwalat!

Dan saya sering menyaksikan orang-orang kuwalat akibat gagal "Mikul Duwur, Mendem Jero." Dimulai dari kehancuran rumah tangga, kesulitan ekonomi sampai anak-anaknya bertingkah tidak sopan dan cenderung durhaka padanya. Keberkahan hidupnya lenyap, kerusakan dan petaka giliran berdatangan untuk mengahajar kelalaian yang ia lakukan.

Itu sebab ulahnya sendiri! 

Terlalu berani menceritakan atau mensejarahkan aib Leluhur atau pun orang tuanya. Sangat tak beradab! Tidak percaya! Silahkan dicoba, resiko tanggung sendiri. Sing mbok tandur bakal mbok unduh!

Secara pribadi! Saya tidak bisa melawan rumus "Mikul Duwur, Mendem Jero." Sehingga pada kajian sejarah, seringkali saya sampaikan hal-hal yang bersifat positif, membangkitkan semangat, memuat keteladanan agung dan untuk memperkokoh jati diri.

Minimal tidak secara buta memuja kelebihan sejarah bangsa asing, tapi dengan keji merendahkan sejarah bangsanya sendiri. Itu cermin kerusakan mental dan moral sebagai generasi!

Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi sejarah dan menghormati warisan peradaban pendahulu. Aja nungkak pranatan, lerwa ing paugeran, ngina marang unggule bangsane dewe, luwih-luwih nyacat wong tuwane. Nyata bakal kesiku!

Bahwa di Jawa ada tatanan pendidikan khusus untuk anak, agar tetap menjaga adab pada para pendahulu, pun terhadap orang tuanya sendiri, sekalipun sudah wafat. Bisa di upayakan dengan cara terus menerus mendoakan dan pada sisi yang lain adalah jangan sekali-kali membongkar aib-aibnya. Itulah 'Mikul Duwur, Mendem Jero."

Sudut pandang saya tentang representasi "Mikul Duwur, Mendem Jero" bisa jadi ada yang menyangkal, atau berbeda pemahaman. Tidak masalah! Saya memiliki prinsip: "Jika saya dinilai gagal menyowargakan para pendahulu, setidaknya saya tidak menciptakan kesesatan bernalar terhadap sesama generasi yang hidup disekelilingku."

Mikul Duwur, Mendem Jero bukan hal membiarkan hal hal buruk yang dilakukan orang tua kita, lebih kepada tidak membicarakannya yang pasti akan menjadi perdebatan panjang yang akan melahirkan ketegangan dan perpecahan hubungan bersosial sebuah keluarga.

Semua hal buruk pendahulu akan terbenam habis oleh generasi selanjutnya, yang dijaga kewibawaannya hanya nama baik dan hal hal baik. Generasi penerus berhak atas pembaharuan kualitas kehidupan jauh menjadi lebih baik, tanpa merubah nilai nilai kearifan ajaran ajaran pendahulu.

Mikul Duwor, bukan berarti dibebani, Mendem Jero bukan berarti punya perasaan makan hati. Lepas, merdeka, dan berkehendak atas diri sendiri, Santun & penuh adaptasi menyikapi tradisi yang mungkin dianggap kuno.

Bukan modernisasi yang dijadikan alasan untuk mengganti, melainkan penggunaan keputusan beradabtasi sebagai cara bereproduksi hidup yang berkualitas...

Saya , mikul duwur mendem jero, sini duduk samping aku.


-Radja M Noor-

Sebelumnya :
Selanjutnya :