#18 Sini Duduk Samping Aku : MINDSET Blosok

#18 Sini Duduk Samping Aku : MINDSET Blosok

Di tahun 1995, ada terjadi perampokkan di sebuah Bank di kota Pitsburgh,  amerika serikat,  yang dilakukan oleh Mike Arhtur Willer.  Berbeda dengan banyak kasus perampokkan bank lainnya, Arthur justru bingung kenapa polisi bisa menangkapnya bahkan dia jauh lebih heran lagi, kenapa dirinya bisa dikenali oleh penyidik polisi.

Karena saat dia melakukan perampokkan, dirinya tidak memakai topeng melainkan, melumuri wajahnya dengan cairan lemon. Dimana dia menyakini bahwa cairan lemon tersebut dapat membuat wajahnya tidak bisa dikenali, karena menurutnya cairan lemon bisa mengubah tampilan wajahnya dikamera cctv.

Entah teori dari mana hal itu diperoleh Arthur, yang pasti itu merupakan tindakan blosok terpopuler disaat itu.  Atas kejadian tersebut, 2 psikolog dari universitas Yale, David Dunning & Justin Kruger melakukan penelitian perihal perilaku Arthur.

Saya sepakat, cairan lemon bisa dijadikan tinta untuk menulis tanpa bisa terlihat dalam kasat mata, akan tetapi kimiawi cairan lemon hanya dapat melakukan hal itu pada media kertas putih. Koq dengan asiknya Arthur bisa yakin seyakin yakinnya cairan lemon dapat juga membuat wajahnya tidak terlihat dikamera.

Dunning & Kruger membuat uji sampling atas perilaku Arthur tersebut ditahun 1999, mereka meniliti bagaimana orang yang tidak berpengetahuan, dan yang tidak berkemampuan akan tetapi dirinya tidak sadar akan hal itu.

Unskill and Unaware of it, itu judul jurnal pengujiannya.  Dimana hal yang diuji tentang hal Humor, Tata bahasa dan Logika kepada sekolompok orang.

Pada uji pertama, 65 orang diminta untuk menilai lelucon yang menurut mereka lucu.  Mereka yang merasa pandai menilai hal yang lucu justru mereka lah yang memiliki nilai yang terendah dalam nilai ujian yang diberikan.

Dunning & Kruger lanjut melakukan uji pada peserta tadi dengan materi uji Logika & Tata bahasa, dan hasilnya tetap sama.  Mereka yang menganggap dirinya mahir dalam Tata bahasa & berlogika, mereka merekalah yang punya nilai terbawah.

Dimana peserta yang merasa orang lain lah yang lebih dapat menyelesaikan ujian dengan baik, justru mereka mereka yang punya nilai tinggi dibanding mereka yang lebih percaya diri dapat mengatasi ujian tersebut.

Dari sini, lahirlah Dunning Kruger effect.  Kita semua pasti pernah punya teman, dimana ketika kita kumpul dan berdiskusi, sosok ini begitu percaya diri saat menjelaskan sesuatu, bahkan dalam segala macam issu dan permasalahan apa saja, dirinya seakan akan mampu menjelaskan banyak hal. Ya blosok tadi kurang lebih.

Dunning Kruger effect adalah bias kognitif, ketika seseorang yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan mengalami superioritas ilusif, artinya Ia merasa punya kemampuan lebih hebat dari orang lain pada umumnya.

 Orang yang hanya tahu sedikit tentang sebuah subyek, cenderung melebih lebihkan apa yang dia tahu dan seberapa sedikit yang orang lain tahu.  Hasilnya,  biasanya yang seharusnya orang yang paling percaya diri bukanlah orang orang yang percaya pada dirinya.

Orang orang dengan mindset blosok, adalah mereka yang merasa dirinya pakar dalam banyak bidang keilmuan, apa saja deh, seakan akan dirinya adalah mesin pencari informasi layaknya google atau chat gpt.

Tanpa menjalani pendidikan formal berbasis kompetensi, orang blosok mampu tampil percaya diri seakan akan dirinya pakar dibidang tersebut. Apa yang dilihat di youtube, tiktok, Ig dan portal juga website, orang blosok sangat percaya diri mejelaskan ragam keilmuan layaknya, guru, dosen, bahkan guru besar, bermodalkan tontonan dimedia sosial tadi.

Padahal ketika kita tahu kebenarannya, hal yang disampaikannya adalah ZONK. Namun warga blosok tetap saja tidak perduli dengan pembenaran apa yang kita sampaikan.  Uniknya terkadang kebenaran yang disampaikannya pun benar, jadi kebenaran yang kebetulan.

"Jika kebenarannya itu kebetulan, maka pembenarannya pun perlu pembetulan" - Radja M Noor-

Lalu bagaimana kita menyikapinya ?

Mindset blosok sangat sulit diarahkan, oleh karenanya untuk menjaga silaturahmi yang ada, jadikan saja semua yang disampaikannya sebagai bagian humor gratis untuk kita.

Ingat baik, bukan reaksi kita yang harus dikedepankan, melainkan respon kita kepada warga blosok.

Buatlah respon respon yang membawa sang blosok kepada nilai nilai prioritas dari apa yang disampaikannya, ini jauh lebih efektif membantu mindset blosok tidak terpapar ke orang lain, atau setidaknya tidak menyesatkan kita pribadi.

Bloon tapi sok memang menggemaskan, kepingin cubit, namun saya akan mengingatkan kita semua, tidak semua warga blosok perlu kita jauhi, ada nilai nilai kehidupan dimana bisa kita jadikan landasan cara berpikir, bersikap dan menentukkan pilihan, apa itu ?

Kepercayaan diri warga blosok. Jika mereka yang notabene salah saja bisa percaya diri, masa kan kita tidak berani untuk percaya diri.

Jangan blosok yah ....

Sini duduk samping aku.


-Radja M Noor-

Sebelumnya :