3 Kesalahan Umum dalam Memulai Usaha dan Cara Menghindarinya (Bagian 1)

3 Kesalahan Umum dalam Memulai Usaha dan Cara Menghindarinya (Bagian 1)

Dengan strategi yang tepat, produk yang inovatif, serta pemilihan media dan ceruk pasar yang sesuai, usaha Anda memiliki peluang untuk berkembang dan bertahan dalam persaingan pasa.

Oleh : Sopian Bageur


Memulai usaha bisa menjadi perjalanan yang menantang, terlebih jika kita tidak memahami dengan baik tiga aspek penting yang dapat membuat usaha kita gagal. Berdasarkan pengalaman dalam dunia UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), banyak pelaku usaha yang terjebak dalam kesalahan umum yang bisa berakibat fatal terhadap keberlangsungan usaha mereka. Berikut adalah penjelasan tentang tiga kesalahan dasar yang sering dilakukan oleh pelaku UMKM, beserta langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan untuk menghindarinya.

1. Kurang Tepat dalam Mengemas Komunikasi

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah salah dalam mengemas komunikasi produk. Meski sudah melakukan berbagai kegiatan promosi, seperti iklan, pameran, dan menggunakan media sosial, jika komunikasi produk tidak jelas dan tidak tepat sasaran, maka upaya tersebut akan sia-sia. Hal ini terjadi ketika pesan yang disampaikan tidak dipahami dengan baik oleh target konsumen.

Untuk menghindari hal ini, penting untuk memastikan bahwa komunikasi produk dilakukan dengan cara yang mudah dimengerti oleh konsumen. Mengemas komunikasi tidak hanya soal desain atau kemasan fisik, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikan pesan agar tepat sasaran dan mudah dimengerti oleh audiens yang dituju.

2. Kurang Tepat dalam Memilih Media Promosi

Kesalahan kedua adalah memilih media yang tidak tepat untuk memasarkan produk. Banyak pelaku UMKM yang terjebak dalam tren media sosial tanpa memahami apakah produk mereka cocok untuk dipromosikan lewat media tersebut. Misalnya, ada produk yang tidak berhubungan dengan konsumen aktif di media sosial, sehingga memilih media yang tepat sangat penting.

Sebagai pelaku usaha, kita perlu memahami di mana target pasar kita berada. Jika produk kita lebih cocok untuk dijual secara langsung melalui interaksi personal atau pemasaran dari mulut ke mulut, maka memilih media sosial yang tidak sesuai bisa menghambat penjualan. Penting untuk mengevaluasi dan memilih media yang efektif dan efisien, dengan mempertimbangkan audiens yang akan dijangkau.

3. Kurang tepat dalam Menentukan Ceruk Pasar (Market Niche)

Kesalahan ketiga adalah tidak memahami ceruk pasar yang tepat. Banyak UMKM yang mencoba membidik pasar yang terlalu luas, yang dikenal dengan istilah "mass market." Hal ini seringkali membuat usaha tidak fokus, dan produk yang ditawarkan tidak memiliki posisi yang jelas di pasar. Akibatnya, produk tersebut sulit untuk dikenali dan sulit bersaing dengan produk lain.

Untuk menghindari hal ini, penting untuk melakukan segmentasi pasar yang tepat. Tentukan ceruk pasar dengan memahami kebutuhan konsumen, gaya hidup mereka, serta daya beli mereka. Menyasar pasar yang lebih kecil namun terfokus dapat meningkatkan peluang usaha Anda. Selain itu, produk yang tidak memiliki posisi yang jelas atau tidak memiliki Unique Selling Point (USP) akan sulit diterima di pasar. Oleh karena itu, pastikan produk Anda memiliki nilai tambah yang membedakannya dari produk pesaing.

Menciptakan Tren dan Menghindari Ikut-Ikut Tren

Seringkali, banyak pelaku usaha yang terlalu mengikuti tren pasar tanpa memahami apakah produk yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar tersebut. Misalnya, mengikuti tren produk tertentu seperti makanan atau minuman yang sedang viral, tanpa melihat apakah produk tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. Untuk itu, sangat penting untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan tren baru yang dapat membuat produk Anda menjadi leader di pasar, bukan sekadar follower.

Jika Anda bisa menciptakan tren atau produk yang unik dan berbeda, maka produk Anda berpotensi untuk dikenal luas dan memiliki posisi yang kuat di pasar. Salah satu kunci dalam menciptakan tren adalah dengan memahami kebutuhan pasar dan kemudian mengembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang inovatif.

Strategi Menghadapi Tantangan UMKM

Banyak pelaku usaha yang menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan atau permodalan. Namun, jika usaha Anda belum memiliki dasar yang kuat dalam komunikasi, media, dan ceruk pasar, permodalan saja tidak akan cukup untuk menjamin keberhasilan. Oleh karena itu, penting untuk mulai dari hal-hal dasar tersebut dan terus mengembangkan usaha Anda dengan inovasi yang tepat.

Mindset: Pedagang vs Pebisnis

Salah satu faktor yang sering kali membuat pelaku UMKM gagal adalah perbedaan mindset antara pedagang dan pebisnis. Pedagang cenderung fokus pada keuntungan jangka pendek, sementara pebisnis berfokus pada pengembangan usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memiliki mindset yang lebih luas dan siap untuk menghadapi tantangan jangka panjang, serta siap untuk terus berinovasi dan berkembang.

Penutup

Memulai usaha memang penuh tantangan, namun dengan memahami sikap kurang tepat  dalam memulai usaha—yakni kurang tepat  dalam mengemas komunikasi, memilih media yang tepat, dan menentukan ceruk pasar anda dapat meminimalisir risiko kegagalan. 

Dengan strategi yang tepat, produk yang inovatif, serta pemilihan media dan ceruk pasar yang sesuai, usaha Anda memiliki peluang untuk berkembang dan bertahan dalam persaingan pasar yang semakin ketat.

Selalu ingat bahwa bisnis yang sukses bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi tentang menciptakan nilai yang unik dan relevan bagi konsumen. Ciptakan tren Anda sendiri, dan jadilah yang pertama untuk memimpin pasar.


(Tulisan ini disarikan dari Bincang Bisnis dipandu oleh Yudi Wahyudi dari WIZ,yang berlangsung di arena bazar Sahid Apartemen Residen, 20/3/2025)

Sebelumnya :