Dialog Kebangsaan tersebut memperlihatkan luasnya perhatian Wahdah Islamiyah terhadap persoalan masyarakat
GORONTALO, UMMATTV.COM — Rangkaian Road to Muktamar V Wahdah Islamiyah di Gorontalo diwarnai Dialog Kebangsaan bertema “Membangun Keluarga Sehat, Masyarakat Berdaya, Menuju Indonesia Berkah” di Hulonthalo Ballroom, Ahad (9/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1000 peserta.
Dialog menghadirkan KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., serta Kepala Deputi Bank Indonesia Gorontalo Ciptoning Suryo Condro, dengan moderator Prof. Dr. Lukman A. R. Laliyo.
Ustadz Zaitun menjelaskan alasan Wahdah Islamiyah mengangkat tagline “Salam Sehat Indonesia”.
> “Berkenaan dengan Muktamar, tagline Salam Sehat Indonesia, karena Indonesia sekarang lagi kurang sehat. Dalam pandangan Wahdah bukan pesimis, tidak dengan kabur saja, sebab ini negeri kita, dan orang baik itu lebih banyak. Namun yang segelintir ini daya rusaknya luar biasa. Maka bagaimana kami berkontribusi? Kami merumuskan tiga poin: sehat hati, jasmani, ekonomi.”
Ia kemudian menekankan pentingnya kesehatan hati sebagai bagian dari kesehatan manusia secara utuh, dengan merujuk pada hadis Nabi ﷺ tentang hati sebagai bagian penting yang menentukan baik atau rusaknya diri seseorang.
Kesehatan, Stunting dan Tantangan Sosial
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr. dr. Anang S. Otoluwa menilai tema yang diangkat Wahdah sangat relevan dengan persoalan kesehatan masyarakat.
“Tema ini sangat relevan, artinya teman-teman Wahdah sudah mengerti betul dengan kesehatan dan lingkungan, juga penyebabnya. Begitu sakit banyak yang ketularan, tingkat pendidikan rendah. Stunting bukan hanya soal fisik pendek, tapi otak jangan sampai begitu. Kita masih 23,8 persen, jauh di bawah angka nasional.”
Ia juga mengapresiasi kegiatan preventif yang dilakukan Wahdah, termasuk Fun Walk dan donor darah.
“Dalam program pemberantasan ini selama saya menjabat baru Muslimah Wahdah yang mewakili ormas untuk perempuan. Mengapresiasi Fun Walk, donor darah, semua ini langkah pencegahan para da'i dan daiyah. Kehadiran Wahdah untuk mengisi celah yang kosong yang belum terisi oleh pemerintah, dunia usaha, pers dan jika ini dilakukan akan meningkatkan eksistensi Wahdah di Gorontalo.”
Dalam sesi dialog, peserta turut mengangkat sejumlah persoalan aktual, mulai dari pengembangan pertanian anggur dan fasilitasi pemerintah, LGBT, judi online, hingga peran perempuan dalam pemerintahan.
Menanggapi persoalan LGBT dari perspektif kesehatan dan kemanusiaan, Dr. Anang menekankan pentingnya melihat manusia berdasarkan kodrat biologisnya, sekaligus memberikan edukasi yang tepat agar persoalan penyimpangan perilaku seksual tidak semakin berkembang di masyarakat. Pendekatan terhadap persoalan tersebut, menurutnya, perlu dilakukan secara edukatif dan preventif dengan melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan pemerintah.
Ekonomi Inklusif Jadi Bagian dari Kesehatan Masyarakat
Kepala Deputi Bank Indonesia Gorontalo Ciptoning Suryo Condro menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi dan keuangan inklusif sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
“Masyarakat termajinalkan harus masuk kembali ke dalam sistem. Semua masalah ini akan terselesaikan dengan ekonomi. Orang sakit butuh berobat, mau mengaji tetap butuh dana. Tidak bisa selalu menuntut pemerintah. Kita dididik bukan sebagai karyawan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan yang ada di sekitar.”
Menutup dialog, moderator Prof. Dr. Lukman A. R. Laliyo berharap pembahasan yang berlangsung tidak berhenti sebagai percakapan di dalam forum.
Ia berharap gagasan dan berbagai persoalan yang telah dibahas pada pagi itu dapat diteruskan dan ditindaklanjuti di tengah masyarakat, sehingga Dialog Kebangsaan tidak sekadar menjadi ruang bertukar pandangan, tetapi menghasilkan kontribusi dan langkah nyata.
Dialog Kebangsaan tersebut memperlihatkan luasnya perhatian Wahdah Islamiyah terhadap persoalan masyarakat, tidak hanya pada aspek kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan hati, ketahanan ekonomi, kehidupan sosial, serta kontribusi warga dalam pembangunan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Wahdah Islamiyah Gorontalo menyambut Muktamar V, dengan mendorong peran aktif masyarakat dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.