Dokter Agus Rahmadi Ungkap Al-Qur’an sebagai Syifa dalam Perspektif Kesehatan dan Ilmu

Dokter Agus Rahmadi Ungkap Al-Qur’an sebagai Syifa dalam Perspektif Kesehatan dan Ilmu

Dr. Agus Rahmadi menjelaskan Al-Qur’an sebagai syifa atau penyembuh dalam Webinar IPTNI Jabar, menggabungkan sudut pandang medis dan keilmuan Islam.

Sisipkan gambar ...

Oleh : Anwar Aras 



JAKARTA UMMATTV.COM Pertanyaan tentang benarkah Al-Qur’an sebagai penyembuh menjadi tema utama yang dibahas Dr. dr. Agus Rahmadi, M.Biomed., MA, M.A.R.S.,Ph.D. dalam Webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh IPTNI Jawa Barat, Ahad (11/1/2026).

 Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta yang dipandu oleh Yudi Wahyudi sebagai host. Melalui Zoom dari berbagai daerah ini mengajak peserta melihat Al-Qur’an tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari perspektif ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Sisipkan gambar ...

Dalam pemaparannya, Dr. Agus menjelaskan bahwa manusia hidup berdampingan dengan berbagai ancaman biologis seperti bakteri, virus, dan jamur. Namun, Allah Subhanahu Wa ta'ala telah memberikan perlindungan yang sangat kompleks bagi manusia, baik secara fisik maupun nonfisik. 

Ia mengaitkan hal ini dengan Surah An-Naas, yang secara khusus menyebut tiga bentuk perlindungan Ilahi. Menurutnya, susunan ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an berbicara tentang perlindungan manusia secara menyeluruh, termasuk perlindungan dari gangguan yang tidak selalu kasatmata.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan ritual, tetapi juga berfungsi sebagai petunjuk (hudan), pelajaran, dan rahmat. Allah Subhanahu Wa ta'ala menyebut Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (lil muttaqin), sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman, serta sebagai penjelas bagi manusia. 

Namun, Dr. Agus mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan manfaat sesuai dengan kesiapan hati dan tingkat keimanan seseorang. Dalam hal ini, Allah memiliki hak prerogatif untuk memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Ketika dikaitkan dengan tema penyembuhan, Dr. Agus menegaskan bahwa Al-Qur’an memang menyebut dirinya sebagai syifa’ (penyembuh).

 Penyembuhan yang dimaksud tidak selalu bersifat fisik secara langsung, tetapi mencakup penyembuhan hati, cara pandang, dan pola pikir manusia. Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu, baik yang tersurat maupun yang tersirat. 

Bahkan, terdapat makna-makna tersier yang hanya dapat dipahami melalui pendalaman ilmu dan kajian yang berkelanjutan.

Ia juga membagikan refleksi pribadi sebagai seorang dokter yang kemudian mendalami studi Islam. Menurutnya, semakin dalam seseorang mempelajari tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur’an, semakin berubah pula cara pandangnya terhadap kehidupan dan kesehatan.

Ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan wahyu, justru saling menguatkan. Al-Qur’an, dalam pandangannya, memberikan kerangka berpikir yang utuh dalam memahami penyakit, kesembuhan, dan hakikat kehidupan manusia.

Dr. Agus menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah karya manusia atau kitab biasa. Tidak mungkin sebuah kitab yang diturunkan lebih dari 1.400 tahun lalu mampu menjelaskan berbagai aspek kehidupan manusia tanpa adanya campur tangan Ilahi. 

Karena itu, Al-Qur’an harus dipahami sebagai sahabat terbaik manusia, yang memberi petunjuk, ketenangan, dan penyembuhan, baik bagi tubuh maupun jiwa. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama, manusia tidak hanya memperoleh kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan spiritual dan intelektual.

Sebelumnya :