Pra-Muktamar Wahdah Islamiyah Rumuskan Peta Jalan Keluarga hingga 2045

Pra-Muktamar Wahdah Islamiyah Rumuskan Peta Jalan Keluarga hingga 2045

Dalam target lima tahun ke depan, indikator terukur siap diluncurkan, mulai dari pengembangan modul pengasuhan anak, ....

MAKASSAR UMMATTV.COM — Menyambut helatan Muktamar yang kian dekat, Ormas Islam Wahdah Islamiyah menggelar serangkaian agenda Pra-Muktamar yang menyoroti isu-isu krusial kebangsaan. Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan publik adalah kesiapan lembaga dalam merumuskan Grand Design dan Roadmap Ketahanan Keluarga 2026–2045 untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Dalam forum strategis tersebut, Wahdah Islamiyah menegaskan pentingnya pergeseran cara pandang dalam melihat institusi keluarga. Ketahanan keluarga tidak lagi dipandang sebatas urusan domestik atau agenda satu divisi semata, melainkan dijadikan ekosistem utama dan bagian integral dari arah kebijakan dakwah serta pembinaan umat.

Perwakilan Pokja Ketahanan Keluarga Wahdah Islamiyah Ustadz Dr. H. Ridwan Hamidi, Lc., M.A., M.P.I. menyampaikan bahwa keluarga modern saat ini berhadapan langsung dengan tantangan multidimensional, mulai dari krisis kesehatan mental, melemahnya pengasuhan, hingga ancaman era digital.

"Keluarga hari ini tidak hanya menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga disrupsi digital seperti maraknya judi online, pornografi, hingga cyberbullying. Oleh karena itu, kita membentuk fondasi yang kokoh agar rumah tangga Muslim tidak sekadar bertahan, tetapi menjadi benteng peradaban yang tangguh secara spiritual, psikologis, maupun digital," ujarnya di sela-sela kegiatan Pra-Muktamar, Sabtu (9/8/2026).

Melalui konsep redefinisi fungsi rumah tangga, Wahdah Islamiyah mendorong pendekatan 3M, yaitu menjadikan rumah sebagai Madrasah (pusat pendidikan aqidah dan akhlak), Ma'wa (tempat bernaung yang aman dan tenteram), serta Markaz (pusat pergerakan kebaikan dan kontribusi sosial).

Tak hanya itu, kesiapan menghadapi era transformasi juga diwujudkan melalui penataan program yang berbasis data (data-driven). Dalam target lima tahun ke depan, berbagai indikator terukur siap diluncurkan, mulai dari pengembangan modul pengasuhan anak, penguatan literasi digital keluarga, hingga penyiapan kader dan konselor keluarga yang terstandar di seluruh Indonesia.

"Kita ingin memastikan bahwa setiap penguatan keluarga yang kita rancang memiliki indikator yang terukur. Keluarga adalah poros utama dalam menjaga agama, memuliakan orang tua, dan mencetak generasi emas menuju 2045," tambahnya.

Melalui perumusan peta jalan (roadmap) jangka panjang hingga tahun 2045 ini, Wahdah Islamiyah optimis mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi acuan pembinaan keluarga berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. []

Sebelumnya :