Kepengurusan Perisai Badar Jawa Sumatra Terbentuk

Kepengurusan Perisai Badar Jawa Sumatra Terbentuk

Kemampuan bela diri bukan semata untuk bertarung, tetapi sebagai bekal menghadapi situasi yang tidak diinginkan di lapangan

JAKARTA UMMATTV.COM – Perguruan Bela Diri Perisai Badar resmi membentuk dan mengukuhkan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk daerah Jawa dan Sumatera masa bakti 2026–2030. 

Prosesi pembentukan struktur baru sekaligus pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar di Kantor DPP Wahdah Islamiyah Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026 M (14 Muharram 1448 H).

Sisipkan gambar ...

Amanah kepemimpinan Korwil Jawa dan Sumatera yang baru dibentuk ini diserahkan secara resmi kepada Ustaz Jayadi Hasan, Lc., M.Pd. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perguruan Beladiri Perisai Badar, Ir. Hidayat Hafid.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.H.I., M.Pd. selaku Pembina Perisai Badar sekaligus Ketua Dewan Syura Wahdah Islamiyah Pusat, serta Ustaz Ilham Jaya Abdul Rauf Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Jakarta besertata jajaran pengurusnya.

Sisipkan gambar ...

Dalam sambutannya, Ir. Hidayat Hafid menegaskan bahwa gerakan dakwah Wahdah Islamiyah senantiasa dibangun di atas tiga dimensi tarbiyah utama: Tarbiyah Tauhid, Tarbiyah Ruhiyah, dan Tarbiyah Jasadiyah. Beliau memaparkan bahwa pembinaan jasadiyah melalui bela diri telah menjadi bagian integral dari dakwah sejak awal.

"Sebelum berdirinya Perisai Badar pada tahun 2000, kita sudah memiliki program pembinaan bela diri yang dikenal dengan nama Perguruan Ababil. Ini membuktikan bahwa pembinaan fisik adalah tradisi panjang dalam lingkungan dakwah kita," jelas Hidayat.

Sisipkan gambar ...

Lebih lanjut, ia menjabarkan landasan syar'i pentingnya bela diri, mengutip firman Allah dalam QS. Al-Anfal ayat 60 tentang perintah mempersiapkan kekuatan, serta hadits Rasulullah ﷺ yang menyebutkan bahwa "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah."

Hidayat juga menekankan bahwa bela diri adalah life skill (keterampilan hidup). "Kemampuan bela diri bukan semata untuk bertarung, tetapi sebagai bekal menghadapi situasi yang tidak diinginkan di lapangan. Melalui bela diri, kita berharap lahir pribadi yang sehat, kuat, disiplin, berani, dan lebih siap menjalankan amanah dakwah," tambahnya.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.H.I., M.Pd. dalam arahannya memberikan sorotan tajam mengenai perlunya standardisasi kurikulum jasadiyah. Beliau mengungkapkan bahwa kurikulum Tarbiyah Tsaqafiyah (keilmuan) saat ini sudah tersusun sangat baik di setiap marhalah, mulai dari jenjang Ta’rif, Takwin, hingga Tanfidz. Namun, aspek jasadiyah masih membutuhkan indikator yang lebih terukur.

"Kita perlu menyusun program tarbiyah jasadiyah secara serius, terarah, dan sistematis. Harus ada indikator pada setiap jenjang kaderisasi, seperti target kebugaran fisik, kebiasaan berjalan kaki atau olahraga rutin, kemampuan berenang, kemampuan bela diri, serta indikator kesehatan lainnya," urai Ustaz Ikhwan.


Hidayat Hafid juga memaparkan bahwa Perisai Badar, yang kini berafiliasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), harus terus dikembangkan secara profesional. Hal ini sejalan dengan teladan Rasulullah ﷺ yang memiliki kekuatan fisik dan kesiapan dalam berbagai keterampilan dasar strategis.

Meskipun hidup di era modern, Ustaz Ikhwan menegaskan bahwa keterampilan dasar seperti bela diri, memanah, dan berkuda tetap memiliki nilai strategis yang tak lekang oleh waktu, bahkan diadaptasi oleh negara-negara maju untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan.

Sebagai penutup, Ustaz Ikhwan Jalil memberikan instruksi tegas agar pengukuhan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Beliau menuntut langkah-langkah nyata pasca-pengukuhan:

* Penerbitan SK Kepengurusan: Agar legalitas dan gerak langkah organisasi menjadi solid.

* Realisasi Program Latihan: Segera merumuskan dan menjalankan jadwal latihan rutin di wilayah Jawa dan Sumatera.

* Penguatan Koordinasi: Mempererat sinergi antara struktur DPW, DPD, dan manajemen Perisai Badar.

* Pemantauan Berkala: Mengevaluasi perkembangan program secara terus-menerus.

"Perjalanan dakwah ke depan tidak akan selalu mudah, akan banyak tantangan dan dinamika. Pembinaan jasadiyah ini adalah cara kita membentuk kader yang tangguh, disiplin, sabar, dan siap berkhidmat dalam kondisi apa pun. Tentu ini butuh pengorbanan waktu untuk berlatih rutin dan semangat kebersamaan," pungkas Pembina Perisai Badar tersebut.

Dengan dikukuhkannya Ustaz Jayadi Hasan sebagai Korwil Jawa dan Sumatera, Perisai Badar diharapkan semakin ekspansif dalam melahirkan kader-kader Muslim yang tidak hanya kokoh akidah dan ruhiyahnya, tetapi juga prima secara jasadiyah untuk mendukung kejayaan dakwah Islam di Nusantara.


Kontributor Ummat TV Jakarta: 

Ruslianto


Sebelumnya :