KH. Zaitun Rasmin: WIZ Punya Peran Strategis dalam Membangun Peradaban dan Mengakselerasi Dakwah

KH. Zaitun Rasmin: WIZ Punya Peran Strategis dalam Membangun Peradaban dan Mengakselerasi Dakwah

Arahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penguatan WIZ bukan semata-mata tentang pengelolaan dana, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kekuatan umat

JAKARTA UMMATTV.COM -  Dalam arah perjuangan dakwah dan perbaikan umat, pengelolaan sumber daya, khususnya pendanaan, menjadi salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) diharapkan mengambil peran strategis dalam menopang dan mempercepat berbagai program dakwah serta perbaikan umat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, dalam arahannya kepada jajaran WIZ, saat membuka perdana Kick Off Meeting bersama squad baru WIZ Indonesian Barat, Jumat (06/11/2026.

Ia menegaskan bahwa meskipun saat ini berbagai sarana dan peralatan yang dimiliki masih sederhana, hal itu tidak boleh mengurangi semangat untuk membangun sesuatu yang lebih besar.

"Peralatan kita mungkin masih seadanya. Namun, apa yang kita miliki saat ini, insyaallah, bisa menjadi bagian dari upaya membangun peradaban. Peran WIZ ke depan sangat besar dalam mendukung, menopang, dan mengakselerasi langkah-langkah dakwah serta ishlah umat yang sedang kita kerjakan," yang juga Ketua MUI Pusat Bidang Ukhuwah.

Menurutnya, peluang untuk membawa umat dan bangsa menuju kondisi yang lebih baik sesungguhnya sangat terbuka. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kemampuan mengelola pendanaan dan membangun kekuatan bersama.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya dalam mengupayakan persatuan berbagai elemen umat Islam. Menurutnya, mempersatukan umat bukan perkara mudah. Sebagian besar umat pada dasarnya memiliki keinginan untuk bersatu, tetapi proses mempertemukan dan menggerakkan mereka membutuhkan kesungguhan, komunikasi, serta perjuangan yang konsisten.

"Orang mungkin hanya melihat hasil akhirnya, misalnya ketika kita bisa bertemu Presiden Prabowo. Padahal, proses untuk mewujudkan pertemuan itu membutuhkan persiapan berbulan-bulan. Ada komunikasi, meyakinkan berbagai pihak, menelepon, mengingatkan, dan membangun kesepahaman," ungkapnya.

Ia juga menyinggung pengalaman mempertemukan sekitar 30 tokoh senior dari berbagai latar belakang organisasi dan pesantren, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa kebersamaan lintas organisasi dapat diwujudkan ketika ada pihak yang memiliki inisiatif, kemampuan mengorganisasi, serta dukungan sumber daya.

Menurut Ust. Zaitun, salah satu faktor yang memudahkan terselenggaranya pertemuan tersebut adalah adanya pihak yang memiliki kedudukan dan dukungan pendanaan. Mulai dari penyediaan tiket perjalanan hingga akomodasi, semuanya dipersiapkan sehingga para tokoh dapat hadir dan bertemu.

"Kalau kita lihat, mengapa pertemuan itu bisa terlaksana? Karena ada yang mengumpulkan, memiliki kedudukan, dan ada dukungan dana. Para tokoh difasilitasi untuk hadir. Sementara kita yang sedang berjuang mempersatukan umat, sering kali tidak memiliki kedudukan maupun sumber daya seperti itu," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, ia mengajak jajaran WIZ untuk memahami pentingnya membangun kekuatan pendanaan yang dikelola secara profesional dan diarahkan bagi kepentingan umat.

Ia berharap WIZ mampu mengembangkan program-program nyata secara bertahap, dimulai dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan pengelolaan yang baik, WIZ tidak hanya menjadi lembaga pengelola dana umat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat gerakan dakwah, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.

Lebih jauh, ia berharap gerakan WIZ dapat berkembang melintasi wilayah, mulai dari Klaten, Jakarta, berbagai daerah di Pulau Jawa, hingga Sumatera.

Menutup arahannya,  Ust. Zaitun mengajak seluruh jajaran untuk memulai langkah bersama dengan penuh optimisme, disertai doa dan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wa ta'la.

"Dengan penuh harapan, kita menggantungkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita banyak berdoa dan memohon pertolongan-Nya. Mari kita mulai gerakan ini dengan bismillahirrahmanirrahim," ajaknya.

Arahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penguatan WIZ bukan semata-mata tentang pengelolaan dana, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kekuatan umat, memperluas kemanfaatan dakwah, dan mengambil peran dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik.


Ditutup dengan pekikan  Takbir Allahu Akbar!

Sebelumnya :