Siap Kaya

Siap Kaya


Oleh:

Prof Veni Hadju


ADA kisah di masa Rasulullah, saat seseorang datang menemui beliau untuk didoakan agar menjadi orang kaya. Rasulullah mengingatkan bahwa menjadi kaya itu berat tantangannya. Lebih baik miskin dan terjaga ibadahnya dengan baik khususnya shalat berjamaah di mesjid serta taat dan patuh kepada seluruh perintah Allah.

Dengan sangat meyakinkan orang ini mengatakan bahwa kalau ia kaya maka ia akan menggunakan hartanya di jalan Allah, banyak bersedekah, dan akan tetap menjadi orang saleh. Alhasil, jadilah ia orang kaya dengan harta yang terus menumpuk. Namun, lupa kepada janjinya. Shalat tidak tepat waktu lagi dan menunda-nunda mengeluarkan zakat. Ibadah lainnya tidak lagi prioritas. Rasulullah memperingatkannya namun godaan dunia membuatnya lupa kepada janjinya.

Kisah di atas masih kita temukan saat ini. Menjadi kaya tapi tidak siap. Kekayaan menjadikan waktunya habis dalam mengurus harta dan menghitung-hitungnya. Shalat tidak menjadi yang utama. Zakat infak sedekah sekedarnya saja. Kerabat semakin jauh. Persiapan akhirat menjadi pudar. Surga tidak lagi diimpikan. Dunia baginya terasa sangat indah.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Falammaa aataahum min fadhlihii bakhiluu bihii watawallaw wahum mu'ridhuun ((QS. At Taubah: 76). Artinya: Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).

SIAPLAH MENJADI ORANG  KAYA YANG TIDAK TERGODA DENGAN DUNIA YANG MELALAIKAN.

Sebelumnya :
Selanjutnya :