pembinaan tersebut dilakukan agar para relawan tetap memiliki semangat pengabdian, kedisiplinan, serta kesadaran mora
PONTIANAK UMMATTV.COM — Di balik ribuan porsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari didistribusikan kepada pelajar, ada proses panjang yang tidak hanya berbicara soal standar dapur dan kualitas bahan makanan, tetapi juga pembinaan sumber daya manusianya. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak.
Sebagai dapur khusus pengelola MBG, SPPG dituntut menjaga standar higienitas dan keamanan pangan secara ketat. Mulai dari pemilihan bahan pokok, bahan pelengkap, proses pengolahan, sarana-prasarana, hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), seluruhnya menjadi bagian penting dalam menjaga mutu makanan yang disajikan.
Namun, menurut Penanggung Jawab Umum SPPG Pontianak sekaligus perwakilan yayasan, Firmansyah, aspek yang sering luput dari perhatian justru terletak pada manusianya, yakni para relawan yang setiap hari terlibat langsung dalam proses produksi makanan.
“Kesadaran individu dan kesadaran kolektif relawan sangat penting. Mereka harus memahami bahwa pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas dapur, tetapi ada tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat MBG,” ujar Firmansyah saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Selasa (28/5/2026).
Firmansyah menjelaskan, SPPG Pontianak saat ini memiliki sekitar 35 relawan yang tidak hanya dibina dari sisi teknis kerja, tetapi juga dari aspek spiritual dan kesehatan fisik. Pada akhir pekan, para relawan rutin mendapatkan materi spiritual keislaman serta kegiatan olahraga bersama.
Menurutnya, pembinaan tersebut dilakukan agar para relawan tetap memiliki semangat pengabdian, kedisiplinan, serta kesadaran moral dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Karena seluruh relawan beragama Islam, maka materi keislaman menjadi bagian wajib yang diikuti bersama. Kami ingin mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan bukan hanya panggilan tugas, tetapi juga amanah,” katanya.
Ia menilai keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual berpengaruh terhadap kualitas pelayanan di dapur MBG. Hingga saat ini, kata dia, makanan yang diproduksi SPPG Pontianak belum pernah mendapatkan keluhan serius dari penerima manfaat.
“Alhamdulillah, selama ini belum ada komplain terkait keracunan ataupun kualitas makanan. Itu yang terus kami jaga,” ujarnya.
Pendekatan pembinaan relawan yang dilakukan SPPG Pontianak dinilai menjadi salah satu upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh tanggung jawab sosial dan moral dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.