Ust Ihsan : Kadang, perubahan besar dalam hidup tidak selalu berawal dari langkah yang rumit
.Oleh : Ust Muhammad Ihsan Zainuddin
Seorang perwira militer sekaligus penulis muslim, Syekh Mahmud Syits Khatthab _rahimahullah_ pernah berkisah:
Seorang profesor dari Maroko pernah meminta nasihat kepadaku. Saat itu kami sedang berada di Masjid Nabawi, di samping makam Rasulullah ﷺ.
Terus terang, aku tidak menyangka pertanyaan itu muncul di tempat semulia itu. Biasanya, siapa pun yang berada di sana akan tenggelam dalam suasana ruhani yang begitu dalam; seakan-akan dunia menjauh, hati terhubung dengan langit, dan cahaya iman memenuhi relung jiwa.
Sesaat aku terdiam. Lalu terlintas dalam benakku dua pelajaran hidup yang telah berkali-kali kubuktikan sendiri. Aku pun berkata kepadanya:
"Jika engkau menginginkan nasihat, maka peganglah dua hal ini.
Pertama, perbanyaklah berinfak kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan sesuai kemampuanmu. Jangan takut hartamu berkurang. Justru sedekah adalah sebab datangnya keberkahan dan bertambahnya rezeki.
Kedua, bersikaplah rendah hati kepada orang-orang lemah dan sederhana. Jangan merasa tinggi karena kedudukan atau ilmu. Ketika engkau memuliakan mereka, Allah akan meninggikan derajatmu, bahkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kedudukan akan menghormatimu. Sebab Allah mengangkat orang yang tawaduk karena-Nya."
Penulis kemudian berkata:
"Aku telah mengamalkan dua nasihat itu. Tidak lama kemudian, aku benar-benar melihat sendiri buah dari keduanya dalam kehidupanku."
Demikianlah...
Kadang, perubahan besar dalam hidup tidak selalu berawal dari langkah yang rumit. Cukup dengan gemar bersedekah dan merendahkan hati, Allah mampu membuka pintu-pintu kebaikan yang tidak pernah kita sangka.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dermawan, rendah hati, dan dimuliakan oleh-Nya di dunia maupun di akhirat.