Warga Gaza Shalat Tarwih di Masjid Agung Omari

Warga Gaza Shalat Tarwih di Masjid Agung Omari

Beberapa jemaah bilang, salat Tarawih di Masjid Agung Omari tahun ini rasanya beda. Ada makna yang dalam

GAZA UMMATTV.COM - Ratusan warga Palestina berkumpul pada Rabu malam, menunaikan salat Tarawih pertama di bulan Ramadan. Mereka salat di Masjid Agung Omari, masjid tertua di Kota Gaza. Masjid ini rusak parah akibat serangan penjajah Israel, tapi mereka tetap datang dan laksanakan salat di sana.

Bedanya dengan warga Indonesia, warga Gaza mulai berdatangan sejak matahari belum tenggelam. Mereka mencari tempat-tempat yang utama, shaf depan. Ada yang berdiri di halaman, ada juga yang masuk ke bagian masjid yang sudah sempat diperbaiki, walau perbaikannya belum banyak. 

Mereka tetap datang meski Israel masih aktif menyerang di fase gencatan senjata seperti sekarang. Ketika ditanya, mereka ingin menjaga nilai sekaligus menunjukkan keteguhan hati, tak peduli walau bekas kehancuran masih sangat terlihat di setiap sudut masjid yang jadi salah satu simbol sejarah Gaza itu.

Dulu, masjid ini sempat kena serangan udara langsung. Atapnya, ruang salatnya, semua ikut rusak. Tapi beberapa minggu terakhir, warga berusaha memperbaiki sedikit demi sedikit, sampai akhirnya mereka bisa membuka sebagian area masjid ini pas menjelang Ramadan. Meski hanya sebagian yang bisa dipakai, para warga tetap senang terlihat dari antusiasme mereka.

Beberapa jemaah bilang, salat Tarawih di Masjid Agung Omari tahun ini rasanya beda. Ada makna yang dalam. Buat mereka, ini tak cuma soal ibadah, tapi juga lambang keteguhan dan ketabahan. Mereka ingin menunjukkan bahwa iman dan kehidupan tetap berjalan, bahkan di tengah puing-puing.

Sebagian bangunan memang masih rusak, tapi warga tetap datang untuk laksanakan salat dan ibadah. Mereka tahu, Ramadan terlalu spesial untuk dilewatkan dengan takut-takut salat di rumah. Seperti biasa, mereka hadapi. 

Sisipkan gambar ...

Mereka keluar rumah, tunjukkan nyali pemilik tanah. Semangat iman, kebersamaan, dan solidaritas sosial tetap terasa kuat, Ramadan tak kehilangan semarak meski warnanya berbeda di Gaza.

Sebelumnya :