Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah Ambil Tema Arah Indonesia dan Masa Depan Bangsa

Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah Ambil Tema Arah Indonesia dan Masa Depan Bangsa

Semoga Dialog Kebangsaan ini menjadi satu sumbangsih dari Wahdah Islamiyah yang sekarang ini sudah menjadi ormas nasional

JAKARTA UMMATTV.COM — Wahdah Islamiyah kembali menghadirkan ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk membahas arah Indonesia dan masa depan bangsa. Dialog Kebangsaan bertema “Arah Indonesia dan Masa Depan Bangsa” digelar di Aula Gedung Nyi Ageng Serang, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Dialog ini menghadirkan sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda untuk membahas berbagai persoalan strategis bangsa, termasuk penguatan ekonomi kerakyatan.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, dalam sambutannya mengatakan Dialog Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dilaksanakan di sejumlah kota besar di Indonesia.

Menurutnya, rangkaian dialog tersebut menjadi bagian dari upaya Wahdah Islamiyah memberikan pencerahan sekaligus membangun kepedulian umat terhadap kondisi bangsa.

“Dalam rangka Muktamar Wahdah Islamiyah, kami melakukan dialog-dialog kebangsaan dan seminar-seminar yang ingin memberikan pencerahan,” ujar KH Zaitun.

Ia menegaskan, Wahdah Islamiyah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia. Namun, persoalan tersebut tidak semestinya membuat masyarakat kehilangan harapan.

“Kita tahu di negeri kita ada masalah, tapi kita tidak pesimis, apalagi putus asa. Kita memandangnya sebagai cara, sebagai jalan untuk kita peduli dan berusaha memperbaikinya,” tegasnya.

Ekonomi Kerakyatan Jadi Perhatian

Selain menjadi rangkaian menuju Muktamar V, Dialog Kebangsaan juga merupakan bagian dari agenda yang telah dirancang bersama sejumlah tokoh, termasuk Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, untuk mendorong kembali perhatian terhadap ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

KH Zaitun mengungkapkan, pembahasan mengenai ekonomi kerakyatan telah dibawa dalam rangkaian kegiatan di sejumlah kota besar.

“Kami sejak hampir dua bulan lalu silaturahmi dengan Pak Tamsil, lalu kita buat kegiatan bersama, sosialisasi ekonomi kerakyatan, Pasal 33,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut, lanjut KH Zaitun, telah berlangsung di sejumlah kota, antara lain Kendari, Yogyakarta, dan Gorontalo. Jakarta menjadi salah satu kota dalam rangkaian akhir kegiatan tersebut, bersama Bengkulu.

Meski tema yang diangkat di setiap kota dapat berbeda, substansi pembahasan tetap diarahkan pada persoalan kebangsaan, termasuk bagaimana membangun ekonomi yang lebih merata.

Ia menilai pemerataan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Kontribusi Ormas Islam untuk Bangsa

KH Zaitun menegaskan, Dialog Kebangsaan juga menjadi bentuk kontribusi Wahdah Islamiyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang terus berkembang secara nasional.

Saat ini, kata dia, Wahdah Islamiyah telah hadir di 37 provinsi dan 266 kabupaten/kota di Indonesia.

“Semoga Dialog Kebangsaan ini menjadi satu sumbangsih dari Wahdah Islamiyah yang sekarang ini sudah menjadi ormas nasional,” katanya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang bertukar pandangan, tetapi dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan gagasan dan langkah nyata bagi perbaikan bangsa.

Dialog Kebangsaan ini menjadi salah satu agenda Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah sekaligus ruang mempertemukan berbagai elemen bangsa untuk mendiskusikan tantangan Indonesia dan merumuskan optimisme bersama mengenai masa depan bangsa.

Sebelumnya :