Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Wahdah Islamiyah Ajak Masyarakat Menjaga dan Memelihara Alam

Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Wahdah Islamiyah Ajak Masyarakat Menjaga dan Memelihara Alam

Ummattv, MAKASSAR – Tepat pada 5 juni setiap tahunnya ditetapkan sebagai hari lingkungan hidup sedunia yang dimulai pada tahun 1972 di dalam Konferensi Stockholm, Swedia. Masyarakat dunia mulai tersentak, tersadarkan tentang pentingnya perhatian dan kepedulian pada lingkungan.

Tahun 1972 terjadi berapa peristiwa global diantaranya eropa dilanda kabut asap, wabah penyakit minamata di Jepang, pada tahun 1960 terjadi pembangunan dan penebangan hutan di mana-mana, limbah industri yang tidak dikelola dengan baik dan kejadian yang melanda seluruh dunia termasuk banjir, kekeringan longsor, dan lain sebagainya. 

“Untuk itulah manusia perlu untuk saling mengingatkan dan berusaha untuk tetap mengelola alam secara tepat dan bijaksana. Apalagi kita umat Islam yang sejak dulu telah diajarkan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk menjaga alam untuk memelihara alam dan untuk mengolah dengan sebaik-baiknya,” ujar Ustadz Ariesman., S.TP., M.Si selaku Ketua Dep. Lingkungan DPP Wahdah Islamiyah, Senin (5/6/2023).

Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah ayat 30 dengan tegas memberikan amanah dan mandat kepada manusia untuk menjadi seorang khalifah di bumi. Khalifah dalam artian mengelola, menjaga, memelihara dan mengawasi alam ini agar tetap memberikan hal yang baik untuk umat manusia. 


“Sudah saatnya semua Bangsa terus memperhatikan dan terus menguatkan peran menjaga lingkungan untuk kemaslahatan bumi ini, untuk memajukan suatu bangsa kita tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana, pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.

“Tetapi semua itu tidak ada artinya ketika upaya itu tidak sejalan dengan perbaikan lingkungan, jika lingkungan telah rusak maka usaha membangun sarana dan perasaan, isfrastruktur untuk membangun ekonomi suatu bangsa itu akan hancur dengan datangnya bencana alam seperti, banjir, longsor kekeringan, dan bencana yang lainnya,” tambahnya. 

Peringatan Hari Lingkungan Hidup mengusung tema "Beat Plastic Pollution" berarti "mengalahkan polusi plastik". Peran kita umat manusia untuk menjaga diri, menahan diri dan tidak menjadi sumber yang bisa menghasilkan timbulan sampah plastik, dengan terus belajar, mengamalkan sekecil apapun usaha untuk memperbaiki lingkungan di sekitar kita.

“Maka dari itu semua kita harus bersama-sama untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pembangunan, perbaikan lingkungan yang nantinya jika hal ini berjalan sejalan dan saling mengutakan maka akan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat dunia,” ajak Ustadz Ariesman.

Pada periode 2022-2023 saja, sudah banyak kejadian bencana alam di berbagai daerah. Mulai dari banjir, kebakaran hutan, gempa bumi, dan lainnya. Bencana itu merupakan dampak lanjutan dari adanya perubahan iklim yang semakin lama semakin tidak terkendali. Sementara komitmen global menekan kenaikan temperatur pada ambang batas 1,5 C, Indonesia sendiri, berada di urutan penyumbang emisi terbesar ke-4 dunia.

“Kita tidak punya waktu untuk berpangku tangan saat suhu bumi semakin panas. Perubahan iklim harus menjadi perhatian dan kepedulian bersama, Agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. Mari mulai dan terus berupaya untuk mencegah nya melalui menanam pohon, mengurangi timbulan sampah, padamkan lampu jika tidak digunakan, gunakan tumbler, gunawan tas belanja, hemat air, cabut charge elektronik jika tidak digunakan,” imbuhnya.

Laporan: Pusmedikom DPP WI

Sebelumnya :
Selanjutnya :