(Khutbah Jumat) Lima Ciri Orang yang Bertaqwa Hasil dari Ramadhan:

(Khutbah Jumat) Lima Ciri Orang yang Bertaqwa Hasil dari Ramadhan:

Untuk meraih semua ciri-ciri takwa di atas, ada dua hal penting yang perlu dimiliki: keseriusan dan kesabaran. Ramadhan bukanlah perjalanan yang mudah.

Oleh : Ust Al Sufri Sambo

(Khutbah Jumat 

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, yang menjadi waktu bagi umat Muslim untuk memperdalam ketakwaan. Namun, seringkali kita bertanya-tanya, apa sebenarnya esensi dari takwa? Takwa bukan sekadar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, tetapi memiliki karakteristik tertentu yang perlu dipahami agar kita bisa meraihnya dengan sempurna selama bulan suci ini.

Ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapai takwa di bulan Ramadhan, kita harus memahami lima ciri orang yang bertaqwa, yang bisa menjadi panduan untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri tersebut:

1. Kedekatan dengan Allah

Orang yang bertaqwa adalah mereka yang memiliki hubungan yang dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ramadhan adalah kesempatan untuk mempererat kedekatan tersebut. Dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 186, Allah menjelaskan bahwa Dia dekat dengan hamba-Nya yang berdoa. Selama Ramadhan, segala ibadah yang kita lakukan—baik itu puasa, shalat, atau dzikir—harusnya memperkuat ikatan kita dengan Sang Pencipta. Bila kita merasa tidak ada perubahan dalam kedekatan kita dengan Allah, bisa jadi ada yang salah dalam niat atau pelaksanaan ibadah kita.

2. Keyakinan yang Tidak Ragu

Orang yang bertaqwa memiliki keyakinan penuh kepada Allah. Mereka tidak ragu sedikitpun tentang janji-janji-Nya. Salah satu manifestasi dari keyakinan ini dapat dilihat dalam perilaku mereka dalam berinfaq atau bersedekah. Orang yang bertaqwa memberikan harta mereka dengan lapang hati, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, karena mereka yakin bahwa Allah akan menggantinya dengan jalan yang tidak terduga. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menguji sejauh mana keyakinan kita dalam beramal, terutama dalam hal infaq.

3. Bekerja dengan Usaha Terbaik dan Istiqamah

Selama 30 hari Ramadhan, umat Muslim diajak untuk beribadah dengan sebaik-baiknya dan istiqamah, tanpa setengah-setengah. Ustadz memberikan perumpamaan seperti air yang harus dipanaskan hingga titik didihnya; jika api besar namun waktunya sebentar, atau api kecil tapi durasinya lama, maka titik didihnya tidak tercapai. Begitu pula dalam beribadah, kita harus memaksimalkan usaha dan menjaga konsistensi. Ramadhan mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik dan tidak berhenti di tengah jalan. Keikhlasan dalam ibadah akan membawa kita pada ketakwaan yang hakiki.

4. Kemudahan dalam Mentaati Perintah Allah

Orang yang bertaqwa tidak merasa berat untuk melakukan ketaatan kepada Allah, baik dalam menjalankan kewajiban maupun meninggalkan larangan. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 186, Allah memudahkan umat-Nya untuk merespon perintah-Nya. Ramadhan adalah bulan yang Allah sediakan untuk memudahkan kita dalam mentaati-Nya, karena setan diikat dan pintu-pintu surga dibuka lebar. Jika Ramadhan terasa sangat berat, bisa jadi ada yang salah dengan kualitas ibadah kita.

5. Berbuat Baik kepada Sesama

Takwa juga tercermin dari sikap kita terhadap sesama manusia. Orang yang bertaqwa selalu berusaha berbuat baik kepada orang lain, memperlakukan mereka dengan kasih sayang, dan tidak melukai perasaan mereka. Oleh karena itu, orang yang bertaqwa tidak hanya dicintai oleh Allah, tetapi juga dihormati dan dihargai oleh sesama manusia. Ramadhan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki hubungan kita dengan orang lain, melalui kebaikan, kesabaran, dan kepedulian.

Keseriusan dan Kesabaran dalam Ramadhan

Untuk meraih semua ciri-ciri takwa di atas, ada dua hal penting yang perlu dimiliki: keseriusan dan kesabaran. Ramadhan bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan usaha yang maksimal dan kesabaran untuk tetap istiqamah sepanjang bulan. Bila kita tidak serius atau tidak sabar, mungkin kita akan gagal meraih takwa dengan sempurna. Namun, bila kita menempuh jalan ini dengan tekad dan kesungguhan, insya Allah, kita akan berhasil meraih kedekatan dengan Allah yang lebih mendalam dan takwa yang sesungguhnya.

Dengan memahami dan mengamalkan lima ciri orang yang bertaqwa ini, Ramadhan bukan hanya akan menjadi momen ibadah, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam menuju kedekatan dengan Allah dan kebaikan sesama.

Sebelumnya :