Banyak kesempatan bagi kita untuk berkumpul dengan keluarga, tetangga, dan saudara seiman, seperti dalam kegiatan buka puasa bersama atau shalat Tarawih di masjid.
Oleh Ust Wardhani
Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta ala, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar sesama umat Muslim. Pada malam ke-14 atau hari ke-13 Ramadhan, ceramah Tarawih kali ini mengangkat tema pentingnya menjaga silaturahim di bulan suci ini, yang sekaligus menjadi bagian dari kewajiban syariat yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Silaturahim, menurut ceramah yang disampaikan, merupakan salah satu aspek utama dalam membangun persatuan di kalangan umat Muslim. Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan sesama saudara seiman adalah kewajiban yang tidak dapat diabaikan. Allah Subhanahu wa ta ala, dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menekankan pentingnya persaudaraan agar umat Muslim tidak terpecah belah, karena perpecahan hanya akan mendatangkan kesengsaraan. Bahkan, perpecahan yang terjadi di kalangan umat Muslim bisa berisiko besar, yaitu berupa ancaman hukuman yang berat dari Allah Subhanahu wa ta ala,.
Allah Subhanahu wa ta ala, berfirman dalam Surat Al-Imran ayat 105, yang menegaskan larangan bagi umat Muslim untuk terpecah belah: "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang terpecah belah dan berselisih setelah datangnya keterangan yang jelas kepada mereka, dan mereka itu mendapat siksa yang sangat berat." Ayat ini mengingatkan kita bahwa perpecahan di kalangan umat Muslim adalah sesuatu yang sangat dilarang dalam agama Islam.
Lebih lanjut, ceramah ini juga mengutip Surat Al-Imran ayat 103 yang menegaskan pentingnya persatuan umat Islam, dengan perintah untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai. Ayat tersebut berbunyi: "Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai."
Melalui ajaran-ajaran ini, kita diingatkan bahwa tugas umat Muslim adalah memperkuat ukhuwah atau persaudaraan, bukan justru menciptakan perpecahan. Perpecahan dalam bentuk apapun, termasuk yang muncul karena kultus kelompok atau fanatisme terhadap golongan tertentu, sangat dibenci oleh Allah dan dapat mengarah pada kesyirikan. Dalam Surat Ar-Rum ayat 32-33, Allah mengingatkan tentang bahaya berpecah belah dalam agama, yang dapat menyebabkan umat Islam terpecah dalam golongan-golongan dan membanggakan kelompoknya masing-masing.
Ramadhan, sebagai bulan yang penuh berkah, adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahim. Banyak kesempatan bagi kita untuk berkumpul dengan keluarga, tetangga, dan saudara seiman, seperti dalam kegiatan buka puasa bersama atau shalat Tarawih di masjid. Dalam momen ini, kita diharapkan bisa saling memaafkan, berdiskusi, dan saling memberikan informasi yang bermanfaat. Sebagaimana dikatakan dalam ceramah, semangat perpecahan hanya akan menambah kekeliruan dan menyebabkan umat Muslim terjerumus dalam kebencian dan kesalahpahaman.
Sebagai penutup, ceramah ini menekankan bahwa semangat persatuan yang tercipta dalam bulan Ramadhan harus dijaga dan dipertahankan agar kita tidak terjatuh dalam perangkap fanatisme yang membahayakan. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk mengutamakan ukhuwah Islamiyah, bukan hanya demi keharmonisan sosial, tetapi juga untuk meningkatkan kemuliaan dan kehormatan umat di hadapan Allah Subhanahu wa ta ala.
Semoga dengan menjaga persatuan dan saling mendukung, umat Muslim dapat meraih kebesaran dan kekuatan dalam menegakkan ajaran agama Islam di seluruh dunia. Wallahu a'lam bishawab.