• +6281 1987 271

Wapres Diharapkan Lobi Afghanistan untuk Kelola Bandara Kabul

Wapres Diharapkan Lobi Afghanistan untuk Kelola Bandara Kabul

UMMATTV, JAKARTA--Wakil Presiden (wapres) Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, dapat memainkan peran sangat strategis untuk melobi pemerintah Afghanistan yang berkuasa saat ini, agar pengelolaan bandara Kabul dipercayakan kepada Indonesia.

Beliau dan para ulama Indonesia sangat dihormati oleh semua pihak yang berseteru di Afghanistan. Pejuang Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan, telah berhutang budi kepada MUI yang sewaktu dipimpin beliau, aktif menjadi mediator perundingan damai di negara tersebut.

Demikian disampaikan pengamat dunia Islam yang juga wakil sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat, KH. Muhammad Zaitun Rasmin, melalui press release-nya, Ahad (29/8/2021).

Menurut Zaitun Rasmin, “Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf kalla pada 2019 lalu dianggap berjasa dalam memediasi perdamaian antara presiden Ashraf Ghani dengan pejuang Taliban. Saat itu presiden Widodo menugaskan wapres Jusuf Kalla, dengan dibantu dibantu oleh MUI Pusat pimpinan Kyai Ma’ruf untuk melaksanakan tugas mulia tersebut. Alhamdulillah mediasi yang dilakukan Indonesia disepakati oleh pihak Ghani maupun Taliban.”

 “Kyai Ma’ruf sebagai wapres sekarang, dapat melanjutkan ‘sunnah’ (kebaikan) yang telah dilakukan wapres sebelumnya (Jusuf Kalla), untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia – Afghanistan. Sekarang peluang terbesar untuk memperkuatnya adalah melalui kerjasama pengelolaan bandara Kabul, yang kini belum dilirik negara mana pun,” kata ketua umum Wahdah Islamiyah tersebut.

Seperti pemberitaan sebrelumnya, bandara internasional Hamid Karzai Kabul, Afghanistan, membutuhkan pengelola profesional baru, setelah negara tersebut ditinggalkan oleh militer pendudukan AS dan sekutunya. Pemerintah Turki dan Qatar pernah diminta pemerintahan Taliban sepertinya enggan mengelola bandara tersebut.

“Kita berharap Kyai Ma’ruf dapat aktif melobi pemerintahan Taliban yang dikenal sangat menghormati ulama, terutama ulama Indonesia. Apalagi ketika masih menjabat sebagai ketua umum MUI Pusat, Kyai Ma’ruf dikenal aktif menjalankan misi perdamaian di Afghanistan,” ujar Zaitun Rasmin.

Menurut mantan dosen Islamic University of Tokyo itu, “BUMN Indonesia bidang pengelolaan bandara, Angkasa Pura bisa ditugaskan pemerintah untuk menangani bandara Kabul. Apalagi BUMN tersebut telah dikenal reputasinya oleh dunia. Angkasa Pura sejak beberapa tahun lalu diajak perusahaan sejenis asal Korea Selatan, IIAC, untuk mengelola bandara internasional dan regional di berbagai negara. Kerjasama IIAC – Angkasa Pura pun kabarnya diminati Saudi Arabia, Kuwait, dan sejumlah negara Timur Tengah. Sehingga sejumlah bandara di Timur Tengah kemungkinan besar akan dikelola oleh gabungan IIAC – Angkasa Pura.”

“Dengan masuknya Angkasa Pura ke Kabul, kita yakin pemerintah Afghanistan nantinya akan melihat betapa besar solidaritas dan loyalitas Indonesia, sehingga negara kita akan terus dipercaya dan bisa bekerjasama pada sektor-sektor lainnya,” pungkas Zaitun Rasmin.*

Sebelumnya :
Selanjutnya :