• +6281 1987 271

YBM PLN Hadirkan Rumah Bersalin di Pedalaman Banten

YBM PLN Hadirkan Rumah Bersalin di Pedalaman Banten

UMMATTV BANTEN--Jalan bebatuan dan tanah harus dilalui oleh Bidan Fiqoh untuk menuju Puskesmas Kecamatan Sumur di Banten dengan sepeda motor. Butuh waktu hingga satu jam untuk sampai sana. Bahkan terkadang untuk merujuk para pasien bidan Fiqoh harus menggunakan mobil bak terbuka sebagai pengganti ambulance. Tak jarang ibu hamil yang terpaksa melahirkan dengan peralatan seadanya di rumahnya karena beratnya medan dan waktu yang dibutuhkan ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

Melihat fakta tersebut, dan dengan semangat mengurangi angka kematian ibu dan anak ketika melahirkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama Bidan Fiqoh membuat Rumah Bersalin Nurul Afiat di desa Tunggaljaya dan sekitarnya yang berbatasan dengan Taman Nasional Ujung Kulon Banten. Nantinya pelayanan bersalin dan beribat di Rumah Bersalin ini akan digratiskan bagi para warga kurang mampu. Namun bagi warga yang mampu jika mau berobat di Sini hanya akan dikenakan biaya obat saja.

Kamis (4/3) dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Bersalin Nurul Afiat. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus YBM PLN UID Banten Dian Sundayana Sukandar beserta jajaran, Deputi Direktur II YBM PLN Ahmad Mujahid beserta jajaran, Kepala Puskesmas Sumur Eha Julaeha Syah, Kepala Desa Tunggaljaya yang diwakili oleh Sekretaris Desa.

"YBM PLN adalah lembaga zakat berbasis korporat yang mengelola dana zakat para pegawai muslim PLN. Rumah bersalin ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami dalam membantu kesehatan para warga yang kurang mampu secara ekonomi. Semoga dengan adanya Rumah Bersalin ini dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan anak ketika melahirkan," ucap Ahmad Mujahid dalam sambutannya. 

Eha dalam sambutannya mengungkapkan, "Saya mewakili pihak puskesmas kecamatan Sumur mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Rumah Bersalin Nurul Afiat. Ini semua seperti mukjizat dari Allah, alhamdulillah ada yang membangunkan fasilitas kesehatan. Karena saya terkadang miris dengan bidan-bidan desa saya yang harus merujuk pasiennya dengan menggunakan gerobak atau mobil losbak untuk ke puskesmas. Dengan adanya rumah bersalin di Desa Tunggaljaya ini semoga warga kami lebih sehat lagi dan mereka lebih nudah mengakses fasilitas kesehatan karena lebih dekat."*

Sebelumnya :
Selanjutnya :