Legalitas bukan formalitas kosong. Ia adalah pintu agar perguruan bisa bermitra, mengakses pembinaan, dan berkontribusi lebih luas.
MAKASSAR UMMATTV.COM Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Selatan, Ayuzar, ST., SH., MH, melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Pengurus Pusat Perguruan Beladiri Perisai Badar di Jalan Antang Raya No. 48 Makassar, Rabu (4/2/2026).
Bagi pengurus pusat Perisai Badar, kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Perisai Badar, yang akan mengusung agenda utama penguatan internal organisasi, pengembangan strategis perguruan, serta peneguhan aspek legalitas kelembagaan.
Perisai Badar sendiri merupakan perguruan beladiri yang resmi berdiri pada Mei 2009 dan telah terdaftar secara sah di bawah naungan IPSI.
Hingga saat ini, Perisai Badar telah membina sekitar 550 anggota aktif serta membuka cabang di sejumlah wilayah, termasuk Makassar dan Gowa. Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi Perisai Badar dalam pembinaan pencak silat sebagai seni, olahraga, dan sarana pembentukan karakter.
Dalam pertemuan tersebut, Ayuzar menyampaikan pandangannya bahwa Mukernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk melakukan evaluasi jujur dan perencanaan yang berpijak pada realitas.
“Mukernas itu seharusnya menjadi cermin, bukan panggung. Di sana pengurus bercermin: apa yang sudah kokoh, apa yang masih rapuh, dan apa yang perlu segera diperkuat agar perguruan ini bisa tumbuh sehat,” ujar Ayuzar.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola internal, mulai dari kejelasan struktur kepengurusan, sistem kaderisasi pelatih dan wasit, hingga administrasi organisasi yang tertib dan terdokumentasi.
Ia juga mendorong agar Perisai Badar memberi perhatian serius pada aspek legalitas dan pengakuan formal, baik di tingkat IPSI maupun dalam relasi dengan pemerintah daerah.
“Legalitas bukan formalitas kosong. Ia adalah pintu agar perguruan bisa bermitra, mengakses pembinaan, dan berkontribusi lebih luas. Tanpa legalitas yang kuat, potensi besar perguruan sering berhenti di internal saja,” tegas Pendiri Perguruan Silat Appa' Sulapa' ini.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen IPSI Sulawesi Selatan untuk terus mendampingi dan memperkuat perguruan-perguruan anggotanya, termasuk Perisai Badar, agar tumbuh secara berkelanjutan kuat secara nilai, rapi secara organisasi, dan jelas arah strateginya.
Dengan semangat tersebut, Mukernas II Perisai Badar diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga menjadi titik tolak konsolidasi besar menuju perguruan beladiri yang berdaya saing, berintegritas, dan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan pencak silat di Sulawesi Selatan.