"Kami sangat bersyukur karena mendapatkan penjelasan yang luar biasa dari presiden mengenai kondisi geopolitik dunia saat ini".ujar UZR
JAKARTA UMMATTV.COM Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, menghadiri undangan resmi Presiden Republik Indonesia dalam pertemuan bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan tokoh pesantren di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2).
Pertemuan tersebut digagas langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangka perkuat sinergi antara pemerintah dan elemen keumatan terhadap isu-isu strategis nasional maupun global, khususnya terkait Palestina.
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Ustaz Zaitun menyampaikan apresiasi atas inisiatif Presiden yang membuka ruang dialog dan transparansi terkait dinamika geopolitik internasional serta peran aktif Indonesia dalam diplomasi multilateral.
"Kami sangat bersyukur karena mendapatkan penjelasan yang luar biasa dari presiden mengenai kondisi geopolitik dunia saat ini, serta alasan mengapa beliau menerima ajakan untuk terlibat dalam forum tersebut," ujar Ustaz Zaitun.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia bukan berjalan sendiri, melainkan tergabung dalam koalisi delapan negara Islam yang terdiri dari negara-negara Arab dan non-Arab seperti Turki, Pakistan, dan Indonesia yang sejak Sidang Umum PBB aktif berdialog dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menghentikan kekerasan di Gaza.
"Salah satu capaian yang patut kita syukuri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bahwa komunikasi delapan pemimpin negara Islam ini dengan Donald Trump berhasil mewujudkan gencatan senjata yang kemudian dikuatkan di Mesir pada Oktober 2025," jelasnya.
Meskipun pelanggaran oleh Zionis masih terjadi, menurut Ustaz Zaitun, intensitas serangan berkurang dan bantuan kemanusiaan kini bisa masuk ke Gaza dengan lebih lancar.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa perjuangan umat Islam tidak boleh berhenti sampai genosida benar-benar dihentikan dan kemerdekaan Palestina terwujud sepenuhnya.
"Perdamaian tanpa keadilan dan tanpa kemerdekaan hanya akan melahirkan tekanan berkepanjangan dan menjadikan Palestina seolah tetap terjajah," tegasnya.
Wahdah Islamiyah, sebagai ormas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan global, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah, termasuk melalui jalur diplomasi dan advokasi publik.
Pertemuan ini juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas-ormas Islam lainnya, sebagai bentuk sinergi antara kekuatan keumatan dan kepemimpinan nasional demi mewujudkan keadilan global yang hakiki.