Silatnas PRIMA DMI 2026 Tegaskan Peran Strategis Remaja Masjid dalam Membangun Peradaban Qur’ani

Silatnas PRIMA DMI 2026 Tegaskan Peran Strategis Remaja Masjid dalam Membangun Peradaban Qur’ani

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani,” Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi momentum strategis konsolidasi nasional remaja masjid

TANGSEL UMMATTV.COM -  - Kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) diselenggarakan pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026 di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Administrasi Kementerian Agama Republik Indonesia, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani,” Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi momentum strategis konsolidasi nasional remaja masjid dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, M.B.A., yang juga hadir sebagai keynote speaker. Turut mendampingi Jusuf Kalla, Pendiri dan Pembina PRIMA DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, yang juga Anggota Majelis Mustasyar PP DMI.

JK: Masjid Harus Hadir untuk Lingkungan dan Jamaah

Dalam pidato kuncinya, Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, menekankan pentingnya pemberdayaan masjid dan jamaah secara konkret, termasuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar masjid.

Secara praktis, JK mencontohkan pengelolaan air bekas wudhu yang dapat disalurkan untuk menyiram tanaman dan menumbuhkan bibit buah-buahan di lingkungan masjid.

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kebermanfaatan. Bahkan kotak amal masjid bisa digunakan untuk membeli bibit tanaman yang hasilnya kelak dinikmati jamaah,” ujar JK.

Sebagai Ketua Umum PP DMI, JK juga mendorong PRIMA DMI agar lebih aktif menghidupkan masjid melalui kegiatan ibadah dan sosial yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan zaman.


*Simposium Nasional Kemasjidan Indonesia*


Rangkaian Silatnas PRIMA DMI 2026 turut diisi dengan Simposium Nasional bertajuk “Kemasjidan Indonesia”, yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas bidang.


Di antaranya Ibu Hj. Zannuba Arifah Chafsoh (Yeni Wahid), tokoh Muslimah nasional dan pegiat perdamaian, yang menekankan pentingnya masjid sebagai ruang inklusif dan perekat kebangsaan.


Narasumber lainnya adalah Direktur Operasional Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Munajat, Ph.D., yang memaparkan praktik pengelolaan masjid modern berbasis pelayanan jamaah.


Turut hadir sebagai pembicara Senior Vice President-Group Head of Islamic Ecosystem Solution PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Muhammad Syukron Habibie, yang menyoroti peran ekonomi syariah dalam mendukung ekosistem kemasjidan.


Selain itu, H. Nazaruddin Musa, M.L.I.S., Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengulas pentingnya literasi, arsip, dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan masjid.


Peluncuran KTA PRIMA DMI dan Gerakan Wakaf Al-Qur’an

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PP PRIMA DMI, Munawar Khalil, secara resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PRIMA DMI sebagai upaya penguatan sistem keanggotaan nasional yang terdata, terintegrasi, dan profesional.

Selain itu, diluncurkan pula Gerakan Wakaf Al-Qur’an untuk Daerah Bencana, yang dilakukan bersama Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, KH. Dr. Arif Fahruddin, M.Ag., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

“Silatnas ini adalah konsolidasi gerakan. PRIMA DMI ingin memastikan remaja masjid menjadi motor ukhuwah, literasi Qur’ani, dan aksi kemanusiaan yang nyata,” ujar Munawar Khalil.

Menurut Munawar, PRIMA DMI ke depan akan memperkuat peran remaja masjid dalam bidang pendidikan, sosial, kebencanaan, dan transformasi masjid berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Panitia Silatnas PRIMA DMI 2026, Badruddin, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

“Silatnas PRIMA DMI 2026 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi tonggak penting penguatan jaringan dan arah gerakan remaja masjid secara nasional. Kami ingin memastikan hasil Silatnas ini ditindaklanjuti dalam program-program konkret di daerah,” kata Badruddin.

Ia menegaskan, rekomendasi dan gagasan yang lahir dari Silatnas akan menjadi pijakan bagi PRIMA DMI dalam memperkuat peran remaja masjid sebagai agen persatuan, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Meneguhkan Arah Gerakan Remaja Masjid


Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi penegasan arah gerakan remaja masjid Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin, berakar pada masjid, dan relevan dengan tantangan zaman.


Dengan dukungan DMI Pusat, para tokoh nasional, serta sinergi lintas kementerian, PRIMA DMI optimistis masjid akan terus menjadi pusat pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berdaya.

PRIMA DMI 2026 Tegaskan Peran Strategis Remaja Masjid dalam Membangun Peradaban Qur’ani

Tangerang Selatan, - Kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) diselenggarakan pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026 di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Administrasi Kementerian Agama Republik Indonesia, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwwah, Menyemai Peradaban Qur’ani,” Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi momentum strategis konsolidasi nasional remaja masjid dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, M.B.A., yang juga hadir sebagai keynote speaker. Turut mendampingi Jusuf Kalla, Pendiri dan Pembina PRIMA DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, yang juga Anggota Majelis Mustasyar PP DMI.


JK: Masjid Harus Hadir untuk Lingkungan dan Jamaah

Dalam pidato kuncinya, Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, menekankan pentingnya pemberdayaan masjid dan jamaah secara konkret, termasuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar masjid.

Secara praktis, JK mencontohkan pengelolaan air bekas wudhu yang dapat disalurkan untuk menyiram tanaman dan menumbuhkan bibit buah-buahan di lingkungan masjid.

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kebermanfaatan. Bahkan kotak amal masjid bisa digunakan untuk membeli bibit tanaman yang hasilnya kelak dinikmati jamaah,” ujar JK.

Sebagai Ketua Umum PP DMI, JK juga mendorong PRIMA DMI agar lebih aktif menghidupkan masjid melalui kegiatan ibadah dan sosial yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan zaman.


Simposium Nasional Kemasjidan Indonesia

Rangkaian Silatnas PRIMA DMI 2026 turut diisi dengan Simposium Nasional bertajuk “Kemasjidan Indonesia”, yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas bidang.

Di antaranya Ibu Hj. Zannuba Arifah Chafsoh (Yeni Wahid), tokoh Muslimah nasional dan pegiat perdamaian, yang menekankan pentingnya masjid sebagai ruang inklusif dan perekat kebangsaan.

Narasumber lainnya adalah Direktur Operasional Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Munajat, Ph.D., yang memaparkan praktik pengelolaan masjid modern berbasis pelayanan jamaah.

Turut hadir sebagai pembicara Senior Vice President-Group Head of Islamic Ecosystem Solution PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Muhammad Syukron Habibie, yang menyoroti peran ekonomi syariah dalam mendukung ekosistem kemasjidan.

Selain itu, H. Nazaruddin Musa, M.L.I.S., Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengulas pentingnya literasi, arsip, dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan masjid.

Peluncuran KTA PRIMA DMI dan Gerakan Wakaf Al-Qur’an

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PP PRIMA DMI, Munawar Khalil, secara resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PRIMA DMI sebagai upaya penguatan sistem keanggotaan nasional yang terdata, terintegrasi, dan profesional.

Selain itu, diluncurkan pula Gerakan Wakaf Al-Qur’an untuk Daerah Bencana, yang dilakukan bersama Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, KH. Dr. Arif Fahruddin, M.Ag., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

“Silatnas ini adalah konsolidasi gerakan. PRIMA DMI ingin memastikan remaja masjid menjadi motor ukhuwah, literasi Qur’ani, dan aksi kemanusiaan yang nyata,” ujar Munawar Khalil.

Menurut Munawar, PRIMA DMI ke depan akan memperkuat peran remaja masjid dalam bidang pendidikan, sosial, kebencanaan, dan transformasi masjid berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Panitia Silatnas PRIMA DMI 2026, Badruddin, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

“Silatnas PRIMA DMI 2026 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi tonggak penting penguatan jaringan dan arah gerakan remaja masjid secara nasional. Kami ingin memastikan hasil Silatnas ini ditindaklanjuti dalam program-program konkret di daerah,” kata Badruddin.

Ia menegaskan, rekomendasi dan gagasan yang lahir dari Silatnas akan menjadi pijakan bagi PRIMA DMI dalam memperkuat peran remaja masjid sebagai agen persatuan, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Meneguhkan Arah Gerakan Remaja Masjid

Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi penegasan arah gerakan remaja masjid Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin, berakar pada masjid, dan relevan dengan tantangan zaman.

Dengan dukungan DMI Pusat, para tokoh nasional, serta sinergi lintas kementerian, PRIMA DMI optimistis masjid akan terus menjadi pusat pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berdaya.

Sebelumnya :