PW PRIMA DMI Jabar Siap Kawal Silatnas: Serukan Kolaborasi Demi Peradaban Qur’ani di Jawa Barat. .

PW PRIMA DMI Jabar Siap Kawal Silatnas: Serukan Kolaborasi Demi Peradaban Qur’ani di Jawa Barat.  .

 - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks—mulai dari krisis sosial, melemahnya kohesi umat, hingga kebutuhan mendesak akan revitalisasi peran masjid—penguatan konsolidasi organisasi menjadi keniscayaan yang tak bisa ditawar. Dalam konteks itulah, Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP PRIMA DMI) menginisiasi Silaturahmi Nasional (SILATNAS) sebagai ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan mengonsolidasikan gerak dakwah remaja masjid di seluruh Indonesia.

JAKARTA UMMATTV.COM - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleksmulai dari krisis sosial, melemahnya kohesi umat, hingga kebutuhan mendesak akan revitalisasi peran masjid penguatan konsolidasi organisasi menjadi keniscayaan yang tak bisa ditawar. 

Dalam konteks itulah, Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP PRIMA DMI) menginisiasi Silaturahmi Nasional (SILATNAS) sebagai ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan mengonsolidasikan gerak dakwah remaja masjid di seluruh Indonesia.

SILATNAS PP PRIMA DMI yang akan diselenggarakan secara luring pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026, bertempat di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia, bukan sekadar agenda seremonial organisasi. 

Lebih dari itu, forum nasional ini dirancang sebagai momentum penting sinkronisasi program kerja nasional antara Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, hingga Pimpinan Daerah PRIMA DMI, agar gerakan remaja masjid memiliki arah yang terukur, berdampak, dan menjawab kebutuhan umat di akar rumput.

Dengan mengusung agenda besar konsolidasi organisasi dan strategi realisasi program kerja nasional, rangkaian kegiatan SILATNAS disusun secara komprehensif. Mulai dari Seminar Nasional dan pembukaan resmi kegiatan, peluncuran buku dan Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga santunan bagi anak yatim-piatu korban bencana alam di Sumatera. 

Forum ini juga akan diisi dengan Musyawarah Nasional guna merumuskan kebijakan nasional kemasjidan yang relevan dengan dinamika sosial keagamaan kontemporer.

Tidak hanya berhenti pada aspek struktural dan kebijakan, SILATNAS turut menghadirkan ruang spiritual dan kemanusiaan melalui gala dinner, tadabbur Al-Qur’an bersama, serta peluncuran program wakaf 1.000 Al-Qur’an dan alat ibadah bagi masjid-masjid terdampak bencana di Sumatera. 

Seluruh rangkaian ini akan ditutup dengan peluncuran Latihan Kader Masjid (LKM) PRIMA DMI Pusat sebagai ikhtiar sistematis menyiapkan kader remaja masjid yang berintegritas, berdaya saing, dan berkomitmen pada nilai-nilai Qur’ani.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat, Romadhoni, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengawal dan merealisasikan hasil Silaturahmi Nasional (SILATNAS) PP PRIMA DMI agar tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berdampak nyata bagi penguatan peradaban Qur’ani di Jawa Barat.

“Silatnas ini harus menjadi titik tolak konsolidasi gerakan remaja masjid yang lebih terarah dan berkelanjutan. PW PRIMA DMI Jawa Barat siap mengawal implementasi seluruh keputusan dan program nasional agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masjid dan masyarakat di daerah,” ujar Romadhoni.

Menurutnya, Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah masjid dan basis umat yang besar memiliki potensi strategis untuk menjadi model pengembangan gerakan remaja masjid yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan ukhuwah Islamiyah.

 Oleh karena itu, hasil Silatnas perlu diturunkan dalam bentuk program konkret yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pengurus masjid, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah.

Romadhoni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mewujudkan tema “Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani”. Ia menilai, tantangan sosial-keumatan saat ini tidak bisa dihadapi secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara struktur organisasi PRIMA DMI di semua tingkatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.

Romadhoni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mewujudkan tema “Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani”. Ia menilai, tantangan sosial-keumatan saat ini tidak bisa dihadapi secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara struktur organisasi PRIMA DMI di semua tingkatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.

“Kami menyerukan kolaborasi seluruh unsur—baik internal PRIMA DMI maupun eksternal—agar nilai-nilai Qur’ani yang menjadi ruh Silatnas dapat terimplementasi dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa Barat, khususnya melalui penguatan peran strategis remaja masjid,” tegasnya.

Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat, Ikmal Anshary, menyampaikan bahwa keikutsertaan Jawa Barat dalam Silaturahmi Nasional (SILATNAS) PP PRIMA DMI menjadi bukti nyata kesiapan daerah dalam mengawal agenda nasional dan mewujudkan kolaborasi demi penguatan peradaban Qur’ani di Jawa Barat.

“Rombongan PW PRIMA DMI Jawa Barat hadir dengan membawa kekuatan kolektif. Sebanyak 17 pimpinan daerah kabupaten/kota turut serta, yakni dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kota Depok, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Karawang, Kota Banjar, Kota Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kota Sukabumi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang,” ujar Ikmal.

Ia menjelaskan, dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, masih terdapat 10 kabupaten/kota lainnya yang saat ini tengah dalam tahap persiapan dan konsolidasi organisasi. Kondisi tersebut, menurutnya, justru menunjukkan dinamika gerakan yang sehat dan potensi besar untuk terus diperkuat pasca-Silatnas.

Ikmal menilai, keterlibatan aktif mayoritas pimpinan daerah ini mencerminkan besarnya modal sosial dan sumber daya manusia (SDM) kader remaja masjid di Jawa Barat. Potensi tersebut harus diarahkan secara sistematis agar mampu berkontribusi dalam pembangunan yang holistik—tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga sosial, edukatif, dan kemanusiaan.

“PW PRIMA DMI Jawa Barat memandang Silatnas sebagai momentum strategis untuk memetakan dan mengonsolidasikan kader-kader unggul. Dengan kolaborasi lintas wilayah dan penguatan kapasitas kader, kami optimistis remaja masjid dapat menjadi aktor penting dalam pembangunan holistik religius di Jawa Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hasil-hasil Silatnas akan diturunkan dalam program nyata di tingkat wilayah dan daerah, sehingga tema ‘Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani’ benar-benar terimplementasi dan berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Barat.

Sebelumnya :