Ustadz Yusran mengajak seluruh hadirin menjadikan dunia sebagai tempat singgah sementara dan mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat.
MAROS UMMATTV .COM — Innalillahi lillahi wa innailaihi roji'un. pemakaman putra dari pendiri Wahdah Islamiyah, Muhammad Abduh bin Dain Yunta, di Pekuburan Baqi Moncongloe, Maros, Jumat sore (6/2/2026).
Walaupun hujan mengguyur disaat proses pemakaman, tetap tidak beranjak untuk terus menyelesaikan proses penguburannya. Ustadz Yusran Anshar Hafidzahullah menyampaikan nasihat tentang kematian, amal saleh, dan bekal menuju akhirat.
Ia ingatkan bahwa wafatnya seorang hamba bukanlah akhir segalanya. Masih ada amalan yang terus mengalir meskipun seseorang telah berada di alam kubur, di antaranya doa orang-orang yang mencintainya. Apalagi, saat itu berada di penghujung hari Jumat, waktu yang mustajab untuk berdoa.
“Cinta kita kepada saudara kita ini kita wujudkan dengan doa terbaik. Kita mohonkan ampunan untuknya, kita maafkan segala kekhilafannya, dan kita serahkan sepenuhnya kepada rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Ustadz Yusran juga menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa keluarga besar Wahdah Islamiyah akan terus mendampingi mereka. “Insya Allah, kita akan memperlakukan keluarga yang ditinggalkan sebagaimana dulu orang tua dan keluarganya memperlakukan kita, dengan penuh kasih sayang dan kepedulian,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh yang hadir menjadikan kuburan sebagai pelajaran terbesar dalam hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan bahwa yang akan menemani manusia di alam berikutnya hanyalah amal saleh. Keluarga, harta, dan kedudukan semuanya akan ditinggalkan.
“Kubur bukanlah rumah besar yang kita bangun dengan harta, tetapi rumah yang mungkin tampak sederhana, namun bisa menjadi taman dari taman-taman surga bila kita isi dengan amal saleh,” jelasnya.
Ustadz Yusran juga menegur sikap menunda taubat dan amal. Ada yang merasa usia masih panjang, ada pula yang menunggu Ramadan untuk berubah. Padahal, tidak ada jaminan seseorang akan sampai pada hari esok atau bulan suci berikutnya.
“Siapa yang menjamin kita akan bertemu Ramadan? Yang paling penting adalah kesiapan kita untuk bertemu Allah, kapan pun waktu itu datang,” tegasnya.
Menutup nasihatnya, Ustadz Yusran mengajak seluruh hadirin menjadikan dunia sebagai tempat singgah sementara dan mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat.
Ustad Yusran pun mendoakan almarhum agar Allah melapangkan kuburnya, menerima amal-amalnya, serta memberikan kesabaran dan pahala yang besar bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima saudara kita dalam rahmat-Nya, mengampuni dosa-dosanya, dan menjadikannya bagian dari hamba-hamba-Nya yang dimuliakan. Mari kita teruskan kebaikan-kebaikannya dan wasiat-wasiatnya,” mengakhiri nasehatnya(AA)